NUIM HIDAYAT

Banyak Umat Islam Bersyukur Jenderal Listyo Sigit Ditangkap

Presiden Prabowo dikhianati orang terdekatnya. Melalui Bareskrim Polri, Presiden akhirnya mengungkap pengkhianat tersebut, yakni Kepala Staf Presiden Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Listyo bersama dua orang terdekatnya resmi menjadi tersangka penyadapan ilegal terhadap presiden pada Selasa (3/11). Dua tersangka lainnya adalah Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Ahrie Sonta pernah menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri Listyo Sigit sekaligus ajudan Presiden Prabowo. Sementara itu, Eko Hadi pernah menjabat sebagai Pengembang Teknologi Informasi Kepolisian Utama Tingkat II Divisi TIK, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, dan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim.

Pengkhianatan orang-orang dekat Presiden ini mengingatkan penulis pada film Salt (2010) yang dibintangi aktris Amerika Serikat, Angelina Jolie. Film tersebut menggambarkan bagaimana Ted Winter, orang dekat Presiden Amerika Serikat, melakukan pengkhianatan. Ted sebenarnya adalah agen KGB Rusia yang menyusup hingga menjadi anggota mata-mata Central Intelligence Agency (CIA) yang sehari-hari mendampingi presiden.

Dalam film tersebut, rencana Ted antara lain menyusupkan agen Rusia ke posisi strategis pemerintahan, menjalankan operasi pembunuhan terhadap Presiden AS di bunker Gedung Putih, serta melumpuhkan rantai komando militer dengan menargetkan pejabat penting untuk membuka jalan bagi dominasi Rusia. Pada akhir cerita, Ted tewas di tangan rekannya sesama mata-mata CIA, Evelyn Salt.

Baca juga: Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Salah Satunya

Jika Salt merupakan kisah fiksi, pengkhianatan terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi adalah peristiwa nyata. Mursi dikhianati oleh Menteri Pertahanan yang diangkatnya sendiri, Jenderal Abdul Fattah as-Sisi. Mursi, yang memenangkan pemilu secara demokratis, dikudeta secara paksa oleh as-Sisi. Mursi dipenjara hingga wafat di dalam tahanan. Tak hanya itu, as-Sisi secara kejam membunuh dan memenjarakan ribuan rakyat Mesir anggota Ikhwanul Muslimin demi mempertahankan kekuasaannya. Mursi hanya memegang kekuasaan selama 368 hari (30 Juni 2012–3 Juli 2013).

Banyak umat Islam bersyukur atas penangkapan mantan Kapolri Listyo Sigit. Di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan grup WhatsApp, jemaah dan netizen meluapkan rasa syukur. Seorang aktivis Islam yang pernah ditahan di Rutan Mabes Polri menuturkan, “Gantian, dulu ane di situ.” Beberapa netizen juga mengaitkan Sigit dengan insiden pembunuhan enam pemuda di KM 50, sementara yang lain berharap mantan Presiden Jokowi turut diproses hukum.

Banyak tokoh dan aktivis Islam dipenjara semasa Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri dengan tuduhan yang tidak jelas. Munarman divonis 3 tahun penjara, Habib Rizieq Shihab divonis 4 tahun, Habib Bahar bin Smith divonis 6 bulan, Yahya Waloni divonis 5 bulan, Ustadz Farid Okbah divonis 3 tahun, Ustadz Dr. Zain an-Najah divonis 3 tahun, serta Ustadz Dr. Anung al-Hamad divonis 3 tahun penjara.

Sementara itu, peristiwa KM 50 yang mengakibatkan enam anggota Laskar FPI tewas tertembak terjadi pada 7 Desember 2020 saat Listyo Sigit menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Terlepas dari keterlibatannya secara langsung atau tidak, masyarakat saat itu mempertanyakan penyebab matinya CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Fakta terungkap bahwa pada 7 Desember 2020, sebanyak 23 CCTV Jasa Marga di ruas KM 49 hingga KM 72 tidak mengirimkan rekaman ke server. Pada 8 Januari 2021, Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkapkan bahwa polisi mengambil CCTV dari salah satu warung di Rest Area KM 50, saksi mendengar perintah petugas untuk menghapus rekaman, serta polisi memeriksa ponsel masyarakat di sekitar lokasi. Pembongkaran rest area KM 50 juga menimbulkan tanda tanya besar karena diduga kuat sebagai upaya penghilangan barang bukti.

Masyarakat turut mempertanyakan mengapa enam anggota FPI yang meninggal dunia justru sempat ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, seluruh rekomendasi Komnas HAM mengenai dugaan unlawful killing tidak ditindaklanjuti, dan dua polisi yang diadili akhirnya divonis bebas.

Listyo Sigit mungkin memiliki sejumlah prestasi saat menjabat sebagai Kabareskrim maupun Kapolri. Namun, berbagai rekam jejak tersebut—terutama yang berkaitan dengan pemenjaraan para tokoh dan aktivis Islam—menjadi catatan merah bagi umat Islam.

Terkait penyadapan ilegal terhadap Presiden dan para tokoh nasional, biarlah Kabareskrim Polri dan majelis hakim yang memutuskannya di pengadilan. Masyarakat kini menunggu perkembangan informasi selanjutnya.

1 2Laman berikutnya
Back to top button