Amien Rais: Bangsa Tidak Boleh Terjebak dalam Budaya Kemunafikan dan Omon-Omon
Sejumlah Saran untuk Presiden
Dalam kesempatan itu, Amien juga menyampaikan sejumlah saran kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengusulkan agar Kabinet Merah Putih dirampingkan dan jabatan menteri diberikan kepada orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. “The right man for the right job,” ujarnya.
Selain itu, Amien meminta agar Presiden lebih berhati-hati terhadap orang-orang yang menurut penilaiannya dapat mengganggu jalannya pemerintahan. Dalam ceramah tersebut, ia juga melontarkan kritik terhadap sejumlah tokoh politik dengan menggunakan berbagai istilah satiris.
Amien Rais kembali menggunakan istilah satiris “Mukidi” untuk menyebut tokoh politik yang menurutnya masih memiliki pengaruh dalam pemerintahan. Ia meminta Presiden Prabowo merampingkan kabinet dan menempatkan menteri sesuai kompetensinya.
“Tendang jauh-jauh menteri titipan Mukidi. Berikan jabatan pada menteri sesuai keahliannya. The right man for the right job,” ujar Amien.
Ia bahkan mengingatkan Presiden agar mewaspadai pengaruh “Mukidi” dalam pemerintahan. “Awasi terus gerak-gerik Mukidi dan anaknya, si plonga-plongo Rakabuming,” katanya.
Dalam bagian lain ceramahnya, Amien Rais juga menyoroti posisi Presiden Prabowo Subianto dalam hubungannya dengan institusi kepolisian. Menurutnya, seorang kepala negara harus memiliki kewibawaan penuh dalam menjalankan pemerintahan dan tidak boleh berada dalam posisi yang terkesan berada di bawah pengaruh aparat.
“Saya saja yang sudah semakin tua dan sangat jarang ke Jakarta bisa memantau dari jauh, dari Yogyakarta. Prabowo ternyata takut sama Kapolri. Di dunia ini kalau ada presiden takut sama polisi, barangkali hanya ada di Indonesia. Ini memang aneh sekali,” ujar Amien.
Karena itu, Amien menyarankan agar Presiden Prabowo segera melakukan evaluasi terhadap jajaran penegak hukum, termasuk mengganti Kapolri. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan Presiden memiliki keleluasaan dalam menjalankan agenda pemerintahannya.
Pada bagian akhir ceramahnya, Amien mengomentari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai simulasi pemilihan presiden 2029. Ia menyebut hasil simulasi tersebut menunjukkan Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 59 persen dalam simulasi head to head, sedangkan Prabowo Subianto memperoleh 28,3 persen.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Amien mengatakan bahwa apabila Prabowo tidak kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2029, Indonesia perlu mulai menyiapkan figur-figur terbaik yang layak memimpin bangsa.
Ia menutup ceramahnya dengan mengingatkan bahwa waktu pemerintahan berjalan sangat cepat. Setiap pemimpin harus memanfaatkan masa jabatan untuk memenuhi janji kepada rakyat, bukan sekadar menyampaikan slogan dan retorika politik. []
Rep: Izzadina






