Ampunilah Aku, Ya Tuhanku
Beberapa tahun kemudian, saya menerima kabar dari kerabat di Mesir bahwa Samira akhirnya dipersunting oleh Mamduh, putra Tuan Salamah. Setelah melewati masa kedukaan yang panjang, saya pun akhirnya memutuskan untuk membangun lembaran keluarga baru di kota suci ini. Waktu terus berjalan, tatanan politik berubah, dan Allah Swt. mengaruniai saya seorang putri cantik yang sengaja saya namai Samira.
Nama itu sengaja dipilih demi mengenang cinta pertama saya yang telah tertinggal jauh di tanah kelahiran masa lalu. Kini, rutinitas harian saya di usia senja hanyalah berjalan menuju Masjid Nabawi setiap kali selesai menunaikan ibadah salat Asar. Di bawah kubah masjid itulah, saya bersujud lama memasrahkan diri dan memohon agar Tuhanku berkenan mengampuni seluruh dosa masa lalu saya.[]
Oleh: Dr. Husein Mu’nis dalam Majalah Al-Arabi edisi 184. (Dengan Adaptasi)






