Apa yang Kita Ketahui pada Hari Kelima Serangan AS–Israel terhadap Iran?
Serangan telah menghantam fasilitas terkait nuklir dan lokasi di Teheran, sementara Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone sebagai balasan.
Arab Saudi:
Otoritas Saudi melaporkan dua drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh yang menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan ringan.
Oman:
Kedutaan Besar AS di Muscat memerintahkan staf dan seluruh warga AS di Oman untuk berlindung di tempat dan mencari lokasi aman hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kapal diserang di dekat pantai UEA:
Lembaga keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal sekitar tujuh mil laut (13 km) di timur Fujairah, Uni Emirat Arab. Secara terpisah, sebuah drone juga menyerang di dekat Konsulat AS di Dubai.
China:
Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan kepada mitranya dari Arab Saudi dan UEA bahwa Beijing akan mengirim utusan khusus ke Timur Tengah untuk upaya mediasi.
Turki:
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan sebuah rudal balistik Iran yang menuju wilayah Turki berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara NATO.
Di Israel
Serangan di wilayah Israel:
Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, mengklaim telah menembakkan roket ke pasukan Israel di kota Metula di utara Israel.
Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu juga mengumumkan telah melakukan serangan rudal terhadap pangkalan angkatan laut Israel di Haifa.
Operasi militer Israel:
Israel menjadi aktor utama dalam konflik multi-front yang sedang berlangsung dengan secara aktif mengebom target di Iran dan Lebanon.
Di Lebanon, serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai 335 orang.
Militer Israel juga menyatakan dua tentaranya terluka sedang akibat tembakan rudal antitank di Lebanon selatan.
Serangan udara terhadap Hezbollah:
Militer Israel menyatakan telah menyerang sekitar 60 target Hezbollah di Lebanon selatan, termasuk gudang senjata, pusat komando, dan peluncur rudal.
Di Amerika Serikat
Sikap politik AS:
Donald Trump menyatakan bahwa “serangan besar sedang berlangsung sekarang” dan memperingatkan Iran akan “menderita kerugian besar”.
Meskipun operasi militer sangat intens, Trump menegaskan bahwa perubahan rezim bukan tujuan utama, namun menyarankan bahwa “seseorang dari dalam pemerintah Iran saat ini” mungkin akan mengambil alih kekuasaan setelah perang berakhir.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan Iran kini menembakkan lebih sedikit rudal dibanding awal perang dan AS akan memperluas serangan lebih jauh ke wilayah dalam Iran.






