Apa yang Kita Ketahui pada Hari Kelima Serangan AS–Israel terhadap Iran?
Serangan telah menghantam fasilitas terkait nuklir dan lokasi di Teheran, sementara Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone sebagai balasan.
Teheran (SI Online) – Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan terhadap Iran, mengebom infrastruktur pemerintah, militer, dan sipil, sementara konflik meluas hingga Lebanon, tempat Israel melakukan pengeboman intensif.
Kebakaran terjadi di dekat konsulat AS di Dubai pada Selasa ketika serangan balasan Iran terus berlanjut di kawasan Teluk, yang semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Iran telah meluncurkan ratusan rudal dan drone sambil memperluas serangannya ke infrastruktur energi dan kompleks diplomatik.
Konflik yang memasuki hari kelima pada Rabu ini juga memicu perdebatan politik di Amerika Serikat, dengan oposisi Partai Demokrat mempertanyakan keputusan Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran.
Berikut yang kita ketahui sejauh ini:
Di Iran
Lokasi yang menjadi target:
Serangan gabungan Israel-AS menargetkan Teheran bagian barat, dengan rekaman video menunjukkan kepulan asap tebal di atas kota.
Fasilitas nuklir:
Fasilitas nuklir Natanz terkena serangan selama operasi militer, meskipun media Iran melaporkan tidak ada kebocoran radioaktif yang tercatat.
Serangan balasan Iran:
Menurut Laksamana AS Brad Cooper, Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan 2.000 drone sebagai balasan.
Serangan tersebut menghantam Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dan juga terjadi di dekat Konsulat AS di Dubai, Uni Emirat Arab.
Operasi yang terus berlangsung:
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pilot Israel terbang di atas Iran dan Teheran, serta menyatakan Israel akan terus menyerang negara itu “dengan kekuatan”.
Jumlah korban meningkat:
Setelah empat hari pertempuran, Yayasan Syuhada dan Veteran Iran melaporkan bahwa 1.045 orang tewas dalam serangan AS–Israel.
Di Negara-negara Teluk dan Turki
Ancaman terhadap keamanan regional dan infrastruktur:
Iran meluncurkan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk dan memperingatkan akan menargetkan “semua pusat ekonomi di kawasan” jika serangan AS–Israel terus berlanjut.
Qatar:
Sistem pertahanan udara Qatar mencegat proyektil di langit Doha yang menimbulkan ledakan keras.
Negara Teluk itu juga menyatakan telah menangkap 10 tersangka mata-mata yang diduga bekerja untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).






