NASIONAL

Apresiasi untuk Gerakan Tahsin Al Ghozy, Dari Tiga Orang Kini Satukan Ribuan Pecinta Al-Qur’an

Menurutnya, keberkahan hidup, perbaikan moral, hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial hanya dapat terwujud apabila umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Awal perubahan itu adalah kembali kepada Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah SAW. Al-Qur’an adalah sumber keberkahan. Ayat pertama yang turun adalah Iqra’. Itu menunjukkan bahwa pintu segala kebaikan adalah ilmu,” jelasnya.

Ia optimistis, apabila umat Islam semakin memahami Al-Qur’an dan sunnah, maka dampaknya akan dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kehidupan keluarga, sosial, hingga bangsa secara keseluruhan.

“Insya Allah, jika umat kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah, akan lahir keberkahan dan perbaikan di berbagai bidang kehidupan,” katanya.

Selain itu, Ustaz Abu Ya’la juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak menunda belajar Al-Qur’an.

Menurutnya, masa muda merupakan waktu terbaik untuk menuntut ilmu karena fisik masih kuat, daya ingat masih tajam, dan tanggung jawab hidup belum seberat ketika telah berkeluarga.

“Kesempatan anak muda jauh lebih besar daripada orang tua. Jangan menunggu tua baru belajar Al-Qur’an. Saat masih muda, kemampuan menghafal masih kuat dan waktu belajar masih sangat panjang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menyebut salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia. Karena itu manfaatkan masa muda untuk belajar Al-Qur’an. Jangan sia-siakan kesempatan yang Allah berikan ketika masih sehat dan kuat,” pesannya.

Bagi Ustaz Abu Ya’la, semangat para peserta Tahsin Al Ghozy, khususnya para muslimah yang tetap tekun belajar meski telah berusia lanjut, seharusnya menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an.

“Kalau ibu-ibu yang sudah lanjut usia saja masih bersemangat belajar, apalagi anak-anak muda. Tidak ada alasan untuk menunda belajar Al-Qur’an,” pungkasnya.

red: adhila

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button