Bagaimana Iran Akan Mencoba Membunuh Trump?
Di antara kegagalan tersebut adalah fakta bahwa “pembunuh bayaran” Merchant ternyata merupakan agen FBI yang menyamar. Demikian pula dugaan rencana Iran pada 2022 untuk membunuh mantan penasihat keamanan nasional John Bolton, serta kasus Shakeri pada 2024, yang semuanya gagal.
Perliger mengatakan: “Pertanyaan penting mengenai intelijen terbaru ini adalah apakah Iran, yang kini sedang berada dalam perang aktif dengan Amerika Serikat, telah meninggalkan pendekatan hati-hati yang masih memungkinkan penyangkalan, lalu beralih kepada metode yang lebih langsung.”
Menurutnya, jika benar demikian, hal itu akan menjadi eskalasi penting baik dari sisi niat maupun keberanian mengambil risiko. Meskipun demikian, hal itu belum tentu berarti terjadi peningkatan kemampuan operasional.
Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah perang kembali pecah pekan ini. Amerika menyerang sejumlah sasaran di Iran setelah Teheran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pada prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, para pelayat meneriakkan seruan agar Trump dibunuh. Sejumlah spanduk bertuliskan, “Kami Akan Membunuh Trump.”
Sementara itu, pejabat-pejabat Iran juga semakin sering menyerukan pembalasan atas serangan yang diperintahkan Presiden AS tersebut.
Seberapa Kredibel Ancaman Itu?
Kieran Doyle, Manajer Riset Amerika Utara di lembaga analisis konflik ACLED, mengatakan Iran memang memiliki sejarah merencanakan dan melaksanakan serangan di wilayah Amerika Serikat. Selain itu, mereka juga memiliki motif kuat untuk menjadikan Trump sebagai sasaran.
Namun, tanpa akses terhadap informasi intelijen Amerika dan Israel, sulit memastikan apakah ancaman terbaru ini benar-benar kredibel.
Menurut Doyle: “Tidak diragukan lagi terdapat sentimen anti-Amerika dan anti-Trump yang sangat kuat di Iran, sebagaimana terlihat dalam prosesi pemakaman Khamenei. Namun apakah rezim Iran menganggap pembunuhan terhadap Trump akan menguntungkan secara strategis adalah persoalan yang jauh lebih rumit.”
Ia menambahkan bahwa belum jelas apakah rezim Iran memandang pembunuhan Trump sebagai langkah strategis terbaik. Begitu pula mengenai bagaimana posisi Israel dalam perang memengaruhi informasi intelijen yang dibagikan kepada Amerika.
Trump Mengungkit Ancaman Terhadap Dirinya
Trump telah mengalami dua percobaan pembunuhan yang diakui secara luas pada tahun 2024.
Pada 13 Juli 2024, Thomas Matthew Crooks menembaki Trump saat kampanye di dekat Butler, Pennsylvania. Trump terluka di telinga kanan, seorang peserta tewas, dan dua lainnya mengalami luka serius. Crooks kemudian ditembak mati oleh penembak jitu Secret Service.
Pada 15 September 2024, Ryan Wesley Routh ditemukan membawa senapan di luar Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida. Ia sempat melarikan diri sebelum akhirnya segera ditangkap oleh aparat keamanan.






