SEHAT-BUGAR

Bahaya Tersembunyi Obat Kumur bagi Tekanan Darah

Jakarta (SI Online) – Penggunaan obat kumur antibakteri secara berlebihan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius karena dapat memicu kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Ahli anestesi dan dokter pengobatan nyeri intervensi Dr. Kunal Sood melalui unggahan video di Instagram pada Kamis (23/4) membeberkan fakta bahwa cairan penyegar mulut tersebut mampu mengganggu keseimbangan mikrobioma di dalam rongga mulut.

“Obat kumur antibakteri tidak hanya menyegarkan napas, tetapi juga dapat mengganggu bakteri baik di mulut dan memengaruhi produksi oksida nitrat, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah,” kata Sood dalam siaran Hindustan Times.

Sood menjelaskan bahwa keberadaan bakteri mulut tertentu sebenarnya sangat bermanfaat karena memiliki peran vital dalam mengubah nitrat dari asupan makanan menjadi nitrit.

Zat nitrit tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut oleh tubuh manusia menjadi oksida nitrat yang berfungsi menjaga kelancaran sistem peredaran darah.

Molekul oksida nitrat memegang peranan krusial dalam mendukung fungsi pembuluh darah arteri serta memastikan tekanan darah tetap berada pada level yang normal melalui proses vasodilatasi.

“Bakteri mulut tertentu mengubah nitrat dari makanan menjadi nitrit, yang kemudian diubah menjadi oksida nitrat (NO) di dalam tubuh. Oksida nitrat sangat penting untuk vasodilatasi, aliran darah, dan pengaturan tekanan darah,” ujarnya.

Persoalan muncul ketika obat kumur antiseptik dengan formulasi antimikroba yang kuat justru membasmi bakteri pereduksi nitrat yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut.

Gangguan pada proses alami ini mengakibatkan produksi oksida nitrat menurun drastis sehingga fungsi pembuluh darah tidak lagi optimal dalam mengatur tensi.

“Obat kumur antiseptik, terutama formulasi kuat seperti klorheksidin, dapat membunuh bakteri pereduksi nitrat. Ini mengurangi konversi nitrat menjadi nitrit dan menurunkan ketersediaan oksida nitrat. Beberapa penelitian menunjukkan pengurangan lebih dari 90 persen bakteri ini dengan obat kumur tertentu,” ujarnya.

Berdasarkan tinjauan penelitian yang ada, Sood memaparkan bahwa pemakaian dalam jangka pendek sekalipun sudah mampu mengurangi kadar nitrit pada air liur secara signifikan.

Kondisi tersebut secara langsung dapat memicu kenaikan tekanan darah sistolik meskipun persentasenya terlihat kecil pada tahap awal penggunaan.

“Uji klinis menunjukkan bahwa penggunaan jangka pendek (sekitar tiga hari) dapat mengurangi nitrit saliva dan sedikit meningkatkan tekanan darah sistolik sekitar dua hingga tiga mmHg. Studi mikrobioma juga menunjukkan pergeseran bakteri oral dengan penurunan sinyal oksida nitrat,” katanya.

Risiko terkena penyakit hipertensi akan semakin meningkat apabila seseorang membiasakan diri menggunakan obat kumur antibakteri dalam durasi yang lama.

Data observasional menunjukkan bahwa individu yang menggunakan cairan tersebut lebih dari dua kali dalam sehari memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami kenaikan tekanan darah seiring berjalannya waktu.

“Lebih sedikit bakteri baik menyebabkan lebih sedikit oksida nitrat, yang mengakibatkan penurunan vasodilatasi dan tekanan darah yang lebih tinggi,” tambahnya.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesjakartatimur.org

Meskipun dampak yang dihasilkan tergolong ringan bagi sebagian besar orang, Sood mengingatkan bahwa efek tersebut akan menjadi sangat signifikan jika pemakaian dilakukan secara berulang.

Namun demikian, dokter tersebut tetap menilai bahwa produk obat kumur masih memiliki fungsi medis yang tepat, terutama untuk menangani penyakit gusi, perawatan pascaoperasi, hingga mengatasi tumpukan plak yang parah.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button