NUIM HIDAYAT

Beratnya Jadi Pemimpin

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

“Sekiranya kebenaran itu mengikuti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan (Al-Qur’an), tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.” (QS. al Mu’minuun 71)

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha 124)

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Maka barang siapa yang Allah kehendaki untuk diberi petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang naik ke langit. Demikianlah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. al An’am 125)

أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang dengan itu dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan yang tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. al An’aam 122)

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

“Wahai Daud! Sesungguhnya Kami menjadikan engkau khalifah di bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan kebenaran dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shad 26)

Keempat, pemimpin disebut penguasa/raja (Malik). Seorang pemimpin harus berani melawan kezaliman. Seperti keberanian Nabi Musa dalam menghadapi Firaun. Meski Nabi Musa sempat mempunyai rasa takut, tapi dengan tawakkal kepada Allah Nabi Musa akhirnya berani menghadapi Firaun. Nabi Musa tidak takut mati, karena yakin bahwa Allah Swt akan melindunginya.

Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa, selain tangannya bercahaya, juga tongkatnya menjadi ular dan dapat membelah lautan.

Islam melarang mentang-mentang ia penguasa (raja), ia mengambil keputusan seenaknya. Seorang pemimpin harus hati-hati dalam mengambil Keputusan. Ia harus bermusyawarah dengan pakar-pakar di bidangnya, agar Keputusan yang diambil adalah yang terbaik.

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(Ulil Albab yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang menggunakan akal terbaiknya.” (QS. az Zumar 18)

Kelima, Al-Qur’an menyebut seorang pemimpin adalah Wali, pemimpin-pelindung-penolong. Seorang pemimpin harus melindungi rakyatnya dari serangan musuh. Melindungi rakyatnya dari pemikiran-pemikiran yang merusak masyarakat. Melindungi rakyatnya dari ide-ide yang bertentangan dengan Islam. Melindungi rakyatnya dari kelaparan, kebodohan dan kerusakan moral.

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Allah adalah wali (pelindung) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, wali-wali mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al Baqarah 257)

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. al Maidah 257)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8Laman berikutnya
Back to top button