Bos YouTube Tolak Usulan Kesepakatan Keamanan Remaja Meta
YouTube Hadapi Gugatan Hukum Terpisah
Perselisihan antar-raksasa media sosial ini terjadi di tengah sorotan hukum yang kian tajam terkait dampak platform digital terhadap mental generasi muda.
Pada Maret lalu, juri pengadilan di Los Angeles menyatakan YouTube dan Meta bersalah karena terbukti merancang platform yang memicu kecanduan serta gangguan mental pada seorang remaja perempuan. Kedua perusahaan menyatakan banding atas putusan tersebut.
Juru bicara YouTube sebelumnya berargumen bahwa putusan pengadilan tersebut keliru menilai karakter layanan mereka. YouTube mengklaim dirinya sebagai platform penstriman video yang dirancang secara bertanggung jawab, bukan sekadar media sosial penjalin jejaring.
Awal tahun ini, YouTube telah menyelesaikan gugatan serupa yang diajukan oleh seorang remaja lainnya secara damai. TikTok dan Snap juga mengambil jalur damai dalam kasus tersebut, sedangkan gugatan terhadap Meta dibatalkan.
Kendati sebagian kasus telah diselesaikan secara damai, YouTube, Meta, TikTok, dan Snap masih harus menghadapi ratusan gugatan hukum lain yang dilayangkan oleh individu, keluarga, hingga distrik sekolah atas tuduhan dampak buruk platform terhadap pengguna muda. []
Sumber: TRT World dan Agensi






