Bukan Mandi Keringat, Ini Ukuran Sejati Kesehatan Tubuh Anda
Jakarta (SI Online) – Banyak orang salah kaprah dengan mengukur efektivitas olahraga hanya dari seberapa banyak keringat yang membasahi tubuh mereka.
Padahal, berkeringat hanyalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan diri saat otot menghasilkan panas selama aktivitas fisik berlangsung.
“Semakin banyak energi yang kamu bakar selama olahraga, dan semakin cepat kamu membakarnya, tubuh akan semakin panas,” terang personal trainer dari International Personal Trainer Academy, Domenic Angelino, CPT, mengutip Parade, Jumat (01/05/2026).
Faktanya, setiap individu memiliki kondisi fisik yang berbeda, sehingga ada orang yang bercucuran keringat meski hanya beraktivitas ringan, dan ada pula yang tetap kering saat berolahraga berat.
Personal trainer dan nutrition coach di Life Time Westchester, Jess Schneider, menegaskan bahwa intensitas olahraga bukanlah satu-satunya faktor penentu produksi cairan tubuh.
“Faktor genetik, usia, hormon, lingkungan, pakaian, hingga tingkat latihan semuanya berperan, sehingga keringat sama sekali bukan indikator yang dapat diandalkan untuk mengukur seberapa keras seseorang berusaha atau seberapa efektif olahraganya,” lanjut dia kepada Kompas.com.
Selain itu, Angelino juga mengingatkan bahwa pembakaran kalori atau keluarnya keringat tidak selalu menjadi target utama dari setiap jenis aktivitas fisik yang dilakukan seseorang.
Hal ini dikarenakan setiap jenis olahraga memiliki tujuan yang berbeda, seperti untuk membangun massa otot atau meningkatkan kekuatan fisik.
Di sisi lain, faktor usia turut memegang peranan kunci karena volume keringat yang dihasilkan kelenjar tubuh manusia umumnya akan menurun seiring bertambahnya usia.
“Seiring bertambahnya usia, nilai olahragamu berdasarkan apa yang dirasakan dan peningkatannya. Kamu harus memikirkan umur panjang, kesehatan sendi, energi, dan tidak menuntut tubuh harus basah kuyup,” ucap personal trainer Julie Dermer.
Oleh sebab itu, metode evaluasi terbaik dalam berolahraga adalah dengan merasakan apakah tubuh menjadi lebih kuat, bebas nyeri sendi, dan lebih bertenaga setelah berlatih.
Memaksakan batasan fisik secara berlebihan hanya demi memancing keluarnya keringat justru merupakan tindakan tidak sehat yang dapat membahayakan tubuh.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskotawiralagamulya.org
“Mencoba memberikan segalanya pada setiap sesi latihan adalah jalan tercepat menuju rasa sakit, cedera, dan hasil yang lebih lambat dalam jangka panjang,” ungkap Schneider.






