RESONANSI

Dialektika Hegel dan Roda Kehidupan dalam Islam

Oleh karena itu, Islam mengajarkan sebuah sintesis untuk mengatasi keduanya, yakni sikap sombong dan putus asa. Sebagaimana pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, “masa itu terdiri dari dua hari. Hari keberuntunganmu dan hari kerugianmu. Jika engkau sedang berada di hari keberuntunganmu maka janganlah kamu sombong. Dan di saat kau berada di hari kerugianmu maka bersabarlah” (Al-Basha’ir Wad Dakha’ir).

Pesan Sayyidina Ali sejatinya ingin menegaskan bahwa inti hidup itu tentang bersyukur dan bersabar. Karena hakekat dunia sifatnya sementara. 

Dengan bersyukur maka, Allah akan menambahkan nikmatnya. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras” (QS. Ibrahim: 7). 

Ayat ini secara langsung mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur akan nikmat yang Allah berikan.  Di sisi lain, Allah juga memberikan kabar gembira bagi mereka yang selalu sabar dan yakin ketika sedang di bawah. Sebagaimana firman-Nya, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (al-Baqarah: 155).

Para ulama menerangkan bahwa janganlah bersedih ketika mendapatkan kesulitan karena banyak orang yang kesulitannya lebih berat. Jangan bersedih dan kecewa jika ada orang lain yang sukses dan jaya, suatu saat kita pun juga bisa meraihnya. Selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT karena roda atasmu akan segera datang pada waktunya. []

Dimas Sigit Cahyokusumo

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button