MUHASABAH

Dikira Mulia tapi Celaka

Ketiga, al-mukhlishuun (orang-orang yang tulus). Meskipun seorang sudah tulus dan berilmu dalam beramal, ternyata belum tentu selamat dari celaka. Sebab, ia telah sampai pada kedudukan tinggi yang mengundang perhatian orang-orang yang dengki atau rayuan dan jebakan halus setan (QS. An-Naas [114]: 5-6).

Al-Quran menyebutkan dua macam orang tulus yakni al-mukhlishiin dan al-mukhlashiin. Orang pertama adalah isim fa’il yaitu orang Ikhlas yang masih mungkin digoda setan, sebab itu ia terus berjuang membersihkan diri (QS. Az-Zumar [39):2-3).

Sementara orang kedua adalah isim maf’ul yakni orang yang dibersihkan atau dicerahkan hati dan pikirannya oleh Allah SWT. atas kesungguhannya dalam ibadah, sehingga iblis pun tak sanggup merayunya (QS. Al-Hijr [15]: 39-40). Tentu, hanya para Auliya, Nabi dan Rasul yang sampai pada kedudukan mulia ini, sementara kebanyakna orang hanya sampai pada al-mukhlisiin yang bersifat kondisional dan temporal (sesuai kekuatan iman).

Setiap muslim mestinya memegang prinsip dalam menuntut ilmu yakni belajar sepanjang hayat, dari buaian sampai ke liang lahad. Lalu, ketika meraih suatu ilmu wajib diamalkan bukan untuk disombongkan atau mengelabui, sebab itu tindakan yang dibenci Allah SWT dan Rasul-Nya. Lalu, ketika ilmu bebuah amal dan dilakukan dengan kosisten, maka akan muncul godaan setan, baik untuk meninggalkan atau merasa suci dan lebih baik dari orang lain (sombong).

Walhasil, ilmu itu penting tapi percuma saja jika tidak diamalkan. Amal saleh pun penting, sebab akan memberi dampak positif bagi kemajuan umat, namun sia-sia jika tidak didasari ilmu dan keikhlasan. Ketika seorang sampai pada maqam ikhlas, ia pun masih bisa terjerumus ke jurang keangkuhan.

Oleh karena itu, hanya dengan pertolongan Allah SWT. saja, manusia bisa selamat dari godaan setan yang terkutuk. Na’udzubillahi min asy-syaithaan ar-rajiim. Allahu a’lam bish-shawab.[]

Hasan Basri Tanjung, Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor dan Ketua Yayasan Dinamika Umat.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button