IBRAH

Fakir Miskin Masuk Surga Duluan, Orang Kaya Tertahan

Empat hal ini akan menjadi pertanggungjawaban setiap manusia di hadapan Allah SWT, seperti dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi.

Kriteria Orang Fakir Miskin

Lantas, apa kriteria orang fakir dan orang miskin yang akan masuk surga terlebih dahulu? Apakah semua orang fakir dan miskin asalkan beriman?

Ini jawabannya. Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi:

هم المحتاجون الذين ليس لهم كفايتهم وليسوا مرتكبين كبيرة من المعاصي هذا ما ظهر لنا

“Mereka yang berhajat pada sesuatu namun tidak dapat memenuhi keperluannya dan mereka tidak mengerjakan salah satu dosa besar dari sekian banyak maksiat. Ini (sifat orang miskin yang dimaksud) yang jelas pada kami.” (Imam An-Nawawi, Fatawal Imam An-Nawawi, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2018 M/1439 H, halaman 63).

Orang miskin yang dimaksud, berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi adalah mereka yang tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski begitu, mereka tetap bersabar dan tidak melakukan dosa besar atau maksiat-maksiat berat lainnya baik lahir maupun batin.

Jadi bukan asal fakir dan miskin, tetapi mereka yang tidak pesimis dan putus asa serta tidak menghalalkan segala cara untuk mengatasi keterbatasan kehidupannya. Di samping itu, tentu saja mereka yang selalu menjaga keimanan dan martabatnya.

Oleh karena itu saat kita masih di dunia ini janganlah sampai terlalu ‘ngoyo’ dalam mengejar dunia tanpa memperhatikan rambu-rambu syariat Islam. Jika kita fakir-miskin kita harus sabar dan ikhlas menerimanya taqdir itu dengan tetap istiqomah beribadah kepada Allah SWT. Dan kalau kita kaya wajib bersyukur atas harta yang diamanahkan kepada kita.

Dalam Al-Qur’an surah Al-Munafiqun ayat 9, Allah SWT memperingatkan kepada orang yang beriman agar tidak terlena gegara harta dan anak untuk berzikir kepada Allah SWT. Ini ayatnya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ۝٩

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS.Al-Munafiqun 9).

Zikir di sini artinya luas yakni segala bentuk ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. Aamiin.

Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button