OPINI

Gagasan Pembentukan NATO Islam

Antara Kebutuhan dan Mimpi

Wacana NATO Islam dalam bentuk apa pun menghadapi hambatan struktural yang sulit diatasi. Dunia Islam saat ini tidak bergerak menuju persatuan strategis, melainkan menuju tatanan yang semakin terfragmentasi oleh kepentingan nasional.

Bahkan poros Saudi–Pakistan–Turki yang paling menjanjikan masih dihantui ketergantungan struktural pada AS, rivalitas internal, dan pengecualian Iran.

Kendati demikian, wacana ini tidak akan pernah mati karena merespons kebutuhan nyata akan keamanan kawasan. Terlebih, serangan Israel di Doha telah menghancurkan ilusi keandalan AS sebagai pelindung kawasan.

Dalam kekosongan itulah bayang-bayang NATO Islam terus muncul bagaikan fatamorgana. Tampak nyata dari kejauhan, tetapi menghilang saat didekati.

Tantangan terbesar saat ini bukanlah membangun aliansi militer semata. Tantangan utamanya adalah membangun kepercayaan antarnegara Muslim, yang menjadi komoditas paling langka saat ini.

Posisi Indonesia

Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas-aktif sesuai amanat konstitusi UUD 1945. Oleh karena itu, Indonesia tidak bergabung dengan aliansi atau blok militer apa pun.

Kebijakan prinsipil ini telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno. Walaupun memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak bergabung dengan IMCTC atau aliansi sejenis.

Di tengah konflik Iran-AS-Israel pada Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi Indonesia. Ia menyatakan Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer atau blok mana pun di dunia.

Adapun usulan NATO Islam dari Iran secara eksplisit ditujukan untuk melawan Amerika Serikat dan Israel. Bergabung dalam aliansi semacam itu bertentangan dengan prinsip bebas-aktif dan berpotensi merusak hubungan luar negeri Indonesia.

Posisi Indonesia yang netral justru akan terkikis jika memihak pada satu kubu. Indonesia harus terus proaktif memainkan peran sebagai mediator perdamaian dunia.

Iran dan Indonesia sama-sama memahami posisi prinsipil ini. Kepentingan terpenting bagi Indonesia adalah terciptanya mekanisme yang berkeadilan demi stabilitas di kawasan Timur Tengah.[]

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button