#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Retak

Ambivalensi Strategis

Respons AS dalam kasus ini menunjukkan fenomena ambivalensi strategis. Sikap AS terlihat sengaja dibuat kontradiktif atau berubah-ubah, padahal kontradiksi tersebut merupakan bagian dari strategi yang diperhitungkan.

Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa “kekerasan akan dibalas dengan kekerasan.” Namun, di sisi lain ia juga menawarkan dialog melalui telepon jika Iran keberatan dengan penerapan MoU.

Trump sendiri enggan mengonfirmasi apakah gencatan senjata tersebut masih berlaku atau tidak. Ia hanya menjawab singkat, “Kau akan mengetahuinya.”

Sikap ini mencerminkan strategi escalation dominance (penguasaan eskalasi). Strategi ini sengaja memamerkan kekuatan militer, namun tetap membuka ruang diplomasi untuk memaksa Iran kembali berunding tanpa memicu perang total.

Secara regional, serangan Iran ke Bahrain serta penolakan Hizbullah terhadap perjanjian Israel-Lebanon menunjukkan bahwa konflik ini terus meluas. Dampak ekonomi juga mulai terlihat setelah IMO menghentikan evakuasi 600 kapal dan 11.000 pelaut, yang memicu penurunan lalu lintas kapal.

Anehnya, harga minyak dunia justru turun karena pasar optimistis jalur pelayaran akan segera pulih. Optimisme ini mungkin keliru mengingat Iran berulang kali menyatakan bahwa administrasi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Serangan AS pasca-MoU membuktikan bahwa perjanjian perdamaian tetap sangat rapuh terhadap provokasi di lapangan, sekalipun negosiasinya sulit dilakukan. Selat Hormuz kini telah menjadi medan pertempuran baru tempat hukum internasional, klaim kedaulatan, dan kepentingan ekonomi saling berbenturan.

Kepala komisi keamanan parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa AS sengaja menyerang di tengah proses negosiasi. Ia menegaskan, “Permainan saling menyalahkan tidak lagi berhasil.”

Akhirnya, meski kedua belah pihak masih ingin melanjutkan negosiasi, insiden ini menjadi peringatan keras. Jalan menuju perdamaian Timur Tengah masih penuh ketidakpastian, dan percikan kecil sangat mungkin menjadi letusan besar yang tidak disangka-sangka.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button