#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Gencatan Senjata Israel-Hamas: Apa yang Kita Ketahui dan Apa Langkah Selanjutnya?

Apa yang masih belum pasti?

Meskipun kesepakatan ini membangkitkan harapan, banyak detail penting masih belum jelas.

Analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara, mengatakan masih ada “perbedaan serius” antara Israel dan Hamas, terutama tentang: waktu dan skala penarikan pasukan Israel, siapa yang akan mengelola Gaza pascaperang, dan masa depan Hamas itu sendiri.

Bishara menjelaskan, “Menurut rencana Trump, setelah Hamas menyerahkan sandera, perang seharusnya berakhir. Tapi Israel mengatakan tidak — perang hanya akan berakhir setelah Hamas dilucuti dari senjata.”

Kapan para sandera bisa dibebaskan?

Trump mengatakan kepada Sean Hannity (Fox News) bahwa sandera — termasuk jenazah yang telah meninggal — bisa dibebaskan pada hari Senin.

Sumber Hamas menyebut para sandera yang masih hidup akan dibebaskan dalam waktu 72 jam setelah pemerintah Israel menyetujui kesepakatan. Pejabat Israel memperkirakan proses itu bisa dimulai pada Sabtu.

Sekitar 20 sandera Israel diyakini masih hidup di Gaza. Hamas dan kelompok Palestina lainnya telah menyandera sekitar 250 orang dalam serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.

Trump juga menyebut bahwa Iran akan menjadi bagian dari “situasi perdamaian secara keseluruhan.”

Warga Palestina merayakan gencatan senjata di Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza. [Jehad Alshrafi/AP Photo]

Bagaimana reaksi Israel?

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai “Hari yang luar biasa bagi Israel.”

Ia menyampaikan terima kasih kepada Trump dan timnya atas “misi suci untuk membebaskan para sandera.”

“Dengan pertolongan Tuhan, kita akan terus mencapai semua tujuan kita dan memperkuat perdamaian dengan tetangga kita,” katanya.

Bagaimana reaksi Hamas?

Hamas mengeluarkan pernyataan bahwa kesepakatan itu mencakup: akhir perang di Gaza, penarikan pasukan pendudukan Israel, masuknya bantuan kemanusiaan, dan pertukaran tahanan.

Hamas berterima kasih kepada Qatar, Mesir, Turki, dan Trump atas peran mediasi mereka dan menyerukan kepada AS dan pihak lain agar memastikan Israel benar-benar melaksanakan isi perjanjian.

“Kami tidak akan meninggalkan hak nasional rakyat kami untuk kebebasan, kemerdekaan, dan menentukan nasib sendiri,” bunyi pernyataan Hamas.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button