#Ramadhan 1447 HKHOTBAH

Hidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan dengan Hati yang Bersih

Penyakit hati berupa hasad dapat memunculkan perilaku yang haram dilakukan oleh seorang Muslim, terlebih ketika ia sedang berpuasa, seperti ghibah, mengumpat, berkata kasar, dan lain-lain. Dari penyakit hati ujub, seseorang merasa bahwa ibadah yang dilakukannya paling baik dan benar, serta merasa tidak ada yang mampu menandingi kuantitas ibadahnya. Dari sifat ujub ini kemudian muncul sifat takabur, yaitu sikap enggan diluruskan tata cara ibadahnya ketika ternyata masih keliru menurut syariat. Nabi Saw. bersabda:

الكِبْرُ من بَطَرِ الحقِّ، وغَمْطِ النّاسِ

“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Abu Dawud).

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Tentu, kita sebagai manusia tidak pernah luput dari penyakit hati, baik yang disadari maupun tidak, yang dapat memengaruhi kualitas ibadah kita. Meskipun demikian, kita harus senantiasa berusaha (jihad/mujahadah) serta tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt. “Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf, ayat 87).

Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. memberikan panduan doa yang dianjurkan untuk banyak dibaca pada bulan Ramadan, terlebih ketika menjumpai malam Lailatul Qadar, yaitu:

اللَّهمَّ إنَّكَ عفوٌّ كَريمُ تُحبُّ العفوَ فاعْفُ عنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai sifat memaafkan, maka maafkanlah aku.” (HR. al-Tirmidzi).

Menafsirkan doa di atas, Imam Ibnu Rajab dalam Laṭā’if al-Ma‘ārif berkata, “al-‘afuw (Maha Pemaaf) adalah salah satu nama Allah Swt. Dia mengampuni kesalahan-kesalahan hamba-Nya dan menghapus bekas-bekas dosa mereka. Dia mencintai sikap memaafkan, maka Dia pun mencintai untuk memaafkan hamba-hamba-Nya.

“Karena itu dianjurkan untuk memohon ampunan pada malam Lailatul Qadar setelah bersungguh-sungguh dalam melakukan berbagai amal pada malam itu dan pada malam-malam sepuluh terakhir. Sebab orang-orang yang arif (mengenal Allah) bersungguh-sungguh dalam beramal, namun mereka tidak melihat bagi diri mereka amal saleh, keadaan, ataupun ucapan yang patut dibanggakan. Maka mereka kembali memohon ampunan, sebagaimana keadaan orang yang berdosa dan lalai.”

Jamaah salat Jumat raḥimakumullāh

Marilah kita menjadikan sisa bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan hati dari berbagai penyakitnya, serta meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt. Janganlah kita hanya memperbanyak amal secara lahiriah, tetapi hendaknya kita juga memperhatikan kebersihan hati, karena hati yang bersih adalah kunci diterimanya amal di sisi Allah.

Semoga Allah Swt. mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar dan menerima segala amal ibadah kita. Semoga pula Allah membersihkan hati kita dari sifat hasad, ujub, dan takabur, serta menggantinya dengan keikhlasan, kerendahan hati, dan kasih sayang kepada sesama.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button