MUHASABAH

Hijrah untuk Perubahan

Meskipun kedua kondisi buruk tersebut berasal dari luar dirinya, pemicu utamanya tetap berawal dari hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan.

Seseorang sering kali berutang disebabkan oleh keinginan gaya hidup yang jauh melebihi batas kemampuannya demi kepuasan instan. Padahal, siapa saja yang berutang tanpa kondisi darurat berarti dia telah melakukan teror terhadap dirinya sendiri (HR. Ahmad).

Artinya, ketika kita memutuskan berutang kepada rentenir atau bahkan terjebak judi online, maka kita telah mengundang teror batin yang menakutkan sepanjang waktu.

Fenomena sosial ini selaras dengan lirik lagu Rhoma Irama yang menyatakan bahwa hidup sederhana asal sehat dan tidak punya utang adalah kekayaan sejati. Kebebasan dari jeratan utang merupakan kemerdekaan hidup yang harus diusahakan oleh setiap Muslim.

Walhasil, doa yang diajarkan Nabi saw. di atas menegaskan betapa delapan perkara buruk tersebut bisa merusak dan menghancurkan kehidupan manusia. Rasulullah saw. yang maksum saja tetap memohon perlindungan kepada Allah Swt., apalagi kita selaku hamba yang memiliki banyak kekurangan.

Siapa saja yang mampu menghindarinya akan meraih kesenangan serta ketenangan hidup, namun siapa yang terjerat salah satu saja, maka hidupnya, keluarganya, dan kaum kerabatnya akan sengsara. Naudzubillahi min dzalik. Allahu a’lam bish-shawab.[]

Laman sebelumnya 1 2 3
BACA JUGA
Close
Back to top button