Hubungan Merenggang, Trump Beri Peringatan Keras kepada Netanyahu
Pada Ahad, serangan udara Israel ke Beirut merupakan bagian dari kampanye militernya yang berkelanjutan terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran dan berbasis di Lebanon. Iran juga meluncurkan rudal ke arah Israel pada hari yang sama.
Israel berhasil mencegat banyak proyektil tersebut dan kemudian membalas dengan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Iran. Hingga Senin, beberapa gelombang serangan balasan telah terjadi di wilayah konflik tersebut.
Netanyahu Abaikan Permintaan AS
Trump mendesak Netanyahu agar tidak melakukan pembalasan setelah serangan Iran, dengan alasan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat menggagalkan upaya perundingan menuju perdamaian jangka panjang.
Namun, Israel tetap melanjutkan serangannya terhadap Iran, yang menunjukkan meningkatnya ketegangan antara kepemimpinan Amerika Serikat dan Israel.
“Yang saya sarankan kepada Iran: Anda sudah menembakkan rudal-rudal Anda, itu sudah cukup. Kembalilah ke meja perundingan dan buatlah kesepakatan,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Ahad.
Dalam wawancara yang ditayangkan Ahad di program NBC News Meet the Press, Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan operasi militer terhadap Iran apabila upaya diplomatik yang sedang berlangsung gagal.
Amerika Serikat menyalahkan Iran atas kembali pecahnya permusuhan di kawasan tersebut. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menulis di X pada Senin dini hari: “Iran dan agen-agen proksinya yang jahat ingin membakar Amerika dan Israel. Induk Setan berada di Teheran.”
Sementara itu, pihak Iran justru menyalahkan Amerika Serikat atas konflik ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan AS bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini dan bahwa: “Tindakan entitas Zionis di kawasan tidak dapat dipandang terpisah dari Amerika Serikat.”
Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator perdamaian, Mohammed Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa pangkalan-pangkalan AS dan aset-aset Israel kini menjadi sasaran yang sah akibat tindakan-tindakan bermusuhan, termasuk “pelanggaran perjanjian mengenai Lebanon.”
“Mereka telah menunjukkan bahwa mereka hanya memahami bahasa kekuatan,” tulisnya di X pada Ahad.
Benturan Kepentingan Politik Trump dan Netanyahu
Baik Trump maupun Netanyahu akan menghadapi pemilihan umum tahun ini yang hasilnya bisa sangat dipengaruhi oleh eskalasi perang Iran.
Di Amerika Serikat, Trump menghadapi reaksi negatif politik yang cukup besar akibat konflik tersebut.






