Israel Habisi Orang-Orang yang Mampu Akhiri Perangnya
Alasan resmi Israel dalam setiap pembunuhan adalah tindakan militer dan pencegahan. Larijani membantu menjalankan upaya perang, sementara Haniyeh memimpin gerakan yang bertanggung jawab atas serangan Oktober 2023. Namun, penghilangan tokoh kunci secara konsisten menunjukkan adanya pola yang berdampak langsung pada terhentinya jalur diplomasi.
Strategi yang Penuh Ketidakpastian
Mengeliminasi politisi yang dianggap mengancam keberadaan Israel telah menjadi prioritas utama. Langkah ini dijalankan sejajar dengan perang militer berskala besar yang diandalkan Israel.
Meski demikian, keunggulan militer semata belum mampu memaksa Teheran menyerah. Dalam konteks ini, muncul definisi kemenangan kedua bagi Israel, yaitu menciptakan kekacauan politik internal untuk mendorong keruntuhan sistem politik Iran.
Strategi ini menyisakan satu pertanyaan krusial. Jika figur yang mampu mencapai kesepakatan terus dihilangkan, tidak ada lagi pihak yang tersisa untuk diajak berunding guna mengakhiri perang.[]
Sumber: Aljazeera.com






