INTERNASIONAL

Kelompok Perdamaian Jerman Tolak Rencana Produksi Senjata Militer di Pabrik Volkswagen

“Ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan perang, dan kami menilai hal tersebut keliru,” lanjut Guyard.

Aktivis perdamaian senior Jerman, Juergen Graesslin, turut melayangkan kritik serupa atas rencana penyerahan fasilitas pabrik tersebut.

“Bagi Osnabrueck yang mengusung julukan ‘Kota Perdamaian’, ini merupakan kemunduran serius,” ujar Graesslin dalam wawancara dengan surat kabar taz.

Ia menyayangkan penghentian produksi kendaraan sipil yang digantikan oleh kemitraan industri pertahanan yang beroperasi di wilayah konflik. “Langkah ini memicu persoalan etika moral yang serius,” pungkasnya.

Gerakan Perlawanan Masyarakat Sipil

Gerakan penolakan di tingkat lokal mulai menghimpun dukungan dari berbagai elemen warga. Guyard menjelaskan bahwa tantangan utama gerakan ini terletak pada sikap sejumlah partai politik utama dan serikat buruh lokal yang mendukung peralihan ke industri pertahanan.

Kampanye penolakan ini turut melibatkan jaringan Zukunftswerk Osnabrueck, sebuah koalisi terbuka yang memperjuangkan keberlanjutan fungsi industri berbasis lingkungan dan penolakan militerisme.

Kekhawatiran Ekspansi Industri Pertahanan

Guyard memperingatkan bahwa kemitraan dengan Rafael berpotensi menjadi pintu masuk ekspansi industri pertahanan Israel di Jerman dan Eropa.

“Jika proyek ini berjalan, pihak Rafael sendiri menyatakan akan menjadikannya pijakan untuk perluasan kerja sama di Eropa,” ungkapnya.

Perkembangan anggaran belanja pertahanan negara mendorong produsen senjata global memanfaatkan peluang pasar di kawasan tersebut.[]

Sumber: Anadolu Agency

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button