OPINI

Ketika Bencana Dibaca sebagai Peluang Bisnis

Karena itu, penanganan bencana seharusnya berangkat dari kesadaran bahwa negara wajib hadir secara utuh. Pemulihan korban mesti menjadi prioritas mutlak. Pelibatan pihak lain hanya dapat dilakukan dalam kerangka regulasi ketat dan pengawasan penuh, dengan orientasi tunggal pada kemaslahatan rakyat, bukan pada keuntungan ekonomi.

Polemik pemanfaatan lumpur bencana seharusnya menjadi pengingat bahwa bencana bukan ladang bisnis. Islam menempatkan penguasa sebagai pelindung dan pengurus rakyat, bukan sebagai fasilitator eksploitasi. Ketika amanah ini dijalankan dengan benar, setiap bencana dapat menjadi momentum menegakkan keadilan sosial, bukan peluang bagi segelintir pihak untuk meraih keuntungan di atas penderitaan masyarakat.[]

*Pendidik dan penulis opini yang menaruh perhatian pada isu sosial, kebencanaan, dan tata kelola kebijakan publik dalam perspektif Islam.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button