MUDA

Kuliah ADI RPL Ungkap Peran Organisasi Islam dan Kiprah M Natsir

Bogor (Suaraislam.id) — Mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) RPL di Ponpes Riyadhul Huda mengikuti kuliah bertajuk “Jejak Rekam Muhammad Natsir untuk Indonesia dan Dunia” yang disampaikan oleh Ustaz Anto Aprianto, Sabtu lalu (13/6/2026). Kuliah berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh mahasiswa ADI RPL sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan sejarah Islam serta memahami kontribusi tokoh-tokoh Muslim dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Dalam pemaparannya, Ustaz Anto menjelaskan bahwa perjuangan umat Islam memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan kedaulatan. Ia menegaskan bahwa organisasi masyarakat Islam di Indonesia tidak hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, tetapi terdapat puluhan organisasi Islam yang turut berkontribusi dalam dakwah, pendidikan, sosial, dan perjuangan kemerdekaan.

Ustaz Anto juga memaparkan sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim merupakan salah satu tokoh awal penyebaran Islam di Pulau Jawa. Julukan Al-Maghribi yang melekat pada dirinya menunjukkan asal-usulnya dari wilayah Maghrib (Afrika Utara).

Dalam sesi materi, peserta diajak menelusuri sejumlah organisasi Islam yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia, di antaranya Jamiat Khair, Sarekat Dagang Islam, Persatuan Umat Islam, Syarikat Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathla’ul Anwar, Persatuan Islam (Persis), Nahdlatul Ulama, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Al-Jam’iyatul Washliyah, dan organisasi Islam lainnya.

Selain itu, Ustaz Anto menyinggung peristiwa runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 yang kemudian digantikan oleh sistem negara sekuler di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Atatürk. Menurutnya, peristiwa tersebut memberikan dampak besar terhadap dinamika dunia Islam pada masa itu.

Pada bagian akhir kajian, pemateri mengulas kiprah Muhammad Natsir dalam dunia politik dan dakwah Indonesia, termasuk perannya di Partai Masyumi yang menjadi salah satu kekuatan politik besar pada masa awal kemerdekaan. Peserta juga diajak memahami berbagai dinamika sejarah Indonesia pascakemerdekaan melalui kajian kritis terhadap berbagai sumber sejarah.

rep : zakariya

Back to top button