Kultum Ramadan: Menempatkan Dunia sebagai Jembatan Menuju Akhirat
Ketika akhirnya ia mendapatkannya, pada suatu hari ia dan Hababah berduaan di sebuah taman dalam keadaan sangat gembira, hingga seakan-akan hilang akal karena bahagia. Saat ia sedang bercanda dan bergurau dengannya, ia melemparkan sebutir biji delima atau anggur kepadanya ketika Hababah sedang tertawa. Biji itu masuk ke dalam mulutnya, lalu ia tersedak dan meninggal dunia.
Jiwanya tidak rela untuk segera menguburkannya hingga tubuhnya berubah (membusuk). Ia pun ditegur karena hal tersebut, lalu akhirnya menguburkannya.
Setelah kematiannya, sang khalifah bersedih hingga jatuh sakit selama beberapa hari, sampai akhirnya ia pun meninggal dunia.
Demikianlah, Ma’āsyiral muslimīn wal muslimāt, gambaran betapa rapuh dan tidak pastinya kenikmatan dunia. Apa yang beberapa saat sebelumnya menghadirkan tawa dan kebahagiaan, seketika berubah menjadi tangis dan duka. Apa yang disangka akan bertahan lama, ternyata sirna dalam hitungan detik. Itulah hakikat dunia—ia tidak memberi jaminan, tidak mengenal kepastian, dan tidak pernah setia kepada siapa pun.
Sebagai penutup, marilah kita menempatkan dunia pada posisi yang semestinya: bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai jembatan menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Dunia hanyalah kesenangan sementara yang cepat berlalu sementara akhirat adalah dār al-qarār, negeri yang abadi dan penuh kepastian. Janganlah kita tertipu oleh gemerlap dan perhiasannya hingga melupakan persiapan menghadapi kematian yang pasti datang.
Jadikanlah Ramadan ini sebagai momentum untuk membersihkan hati, meluruskan niat, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat orientasi akhirat dalam setiap langkah kehidupan.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bijak memanfaatkan dunia sebagai ladang amal, sehingga kelak kita kembali kepada-Nya dalam keadaan membawa bekal takwa dan memperoleh kebahagiaan yang kekal di sisi-Nya. Wallāhu a’lam.
Zuhaili Zulfa, S.Pd., Guru Pendidikan Agama Islam, lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.






