Lawan Perang yang Tidak Adil dan Kejam terhadap Iran
Diam menghadapi agresi Amerika Serikat–Israel akan menghancurkan tatanan hukum internasional dan membahayakan perdamaian dunia.
Dalam menjalankan hak ini, Iran tidak memiliki pilihan selain menargetkan beberapa fasilitas militer AS di kawasan. Operasi defensif ini tidak ditujukan kepada negara tuan rumah, melainkan semata-mata untuk membela Iran. Fasilitas yang menjadi sasaran digunakan oleh Amerika Serikat untuk mempersiapkan dan meluncurkan serangan militer terhadap Iran.
Iran sepenuhnya menghormati keutuhan wilayah dan kemerdekaan politik negara-negara tetangganya. Setiap negara memiliki tanggung jawab berdasarkan hukum internasional dan prinsip bertetangga baik untuk tidak mengizinkan wilayah, wilayah udara, atau fasilitasnya digunakan untuk tindakan agresi terhadap Iran.
Iran menekankan tanggung jawab penting Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menanggapi pelanggaran terhadap perdamaian dan keamanan internasional ini. Kami menyerukan kepada Sekretaris Jenderal, Presiden Dewan Keamanan, dan para anggotanya untuk menjalankan tugas mereka tanpa penundaan.
Semua negara anggota PBB—terutama negara-negara di kawasan dan dunia Islam, anggota Gerakan Non-Blok, serta semua pemerintah yang berkomitmen terhadap perdamaian dan keamanan internasional—diharapkan mengecam tindakan agresi ini dan mengambil langkah-langkah kolektif yang mendesak. Negara-negara harus waspada dan tidak terseret ke dalam rencana para agresor.
Pesan kami kepada komunitas internasional jelas: tindakan agresi ini dan kejahatan mengerikan yang sedang berlangsung menandakan erosi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tatanan hukum internasional. Ketidakbertindakan terhadap perilaku yang melanggar hukum seperti ini tidak hanya akan mendorong Amerika Serikat dan rezim Israel, tetapi juga akan menimbulkan kerusakan permanen terhadap fondasi hukum internasional.
Dunia berada pada persimpangan yang kritis. Dunia harus memutuskan apakah ingin diperintah oleh intimidasi dan kekuatan yang kejam atau menyelamatkan supremasi hukum dari kepunahan.
Ini tidak akan menjadi penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terakhir kecuali komunitas internasional bertindak secara tegas dan bertanggung jawab.
Negara-negara tidak boleh bersikap acuh tak acuh atau melakukan kebijakan penenangan. Kegagalan mempertahankan prinsip-prinsip dasar hukum internasional akan menjadi resep bagi lahirnya diktator global yang gelap yang akan mengubur PBB dan menghancurkan prinsip-prinsip paling dasar kemanusiaan.
Setiap bangsa, setiap Muslim, setiap orang yang memiliki hati nurani kemanusiaan memiliki tanggung jawab untuk bertindak. Dunia harus bangun sebelum terlambat. Jika tidak, tindakan agresi dan kejahatan serupa akan terjadi di dalam wilayah Anda sendiri.
Bangsa Iran sedang membela diri dengan segala cara. Kami melawan dalam perang agresi brutal yang tidak adil ini terhadap dua rezim yang memiliki senjata nuklir.
Ini adalah perang yang tidak adil yang dipaksakan terhadap sebuah peradaban. Sejarah akan mengadili kalian semua. Mereka yang memilih berpihak kepada para agresor maupun mereka yang memilih diam di hadapan ketidakadilan brutal ini akan dianggap sebagai kaki tangan.
Berpihaklah pada sisi yang benar dalam sejarah dan lawan perang yang kejam dan tidak adil ini. []
Sumber: Al Jazeera






