OASE

Man Jadda Wajada

Ternyata benar, titik hitam itu adalah Abu Dzar. Ia berhasil menyusul rombongan meskipun dalam keadaan sangat letih. Rasulullah pun mendoakannya:

“Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu wahai Abu Dzar.”

Para sahabat lalu melantunkan syair: “Dia berjalan sebatang kara, meninggal sebatang kara, dan akan dibangkitkan sebatang kara.”

Kisah ini menunjukkan bahwa kegigihan dan keikhlasan Abu Dzar mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Imam Nawawi dalam Riyadhush Shalihin menegaskan pentingnya bersegera dalam kebaikan:

المبادرة للخير والحثة لمن توجه على الإقبال عليه بالجد من غير التردد

“Bersegera dalam amal kebajikan, dan mendorong agar orang-orang melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa sedikit pun keraguan.”

Dalam realitas kehidupan saat ini, kita juga sering menyaksikan bukti kebenaran Man Jadda Wajada. Banyak perjuangan yang berhasil karena dilakukan dengan keseriusan.

Ketika rakyat dan ormas Islam bersuara keras menolak kebijakan yang dianggap merugikan Palestina, pemerintah mulai meninjau ulang kebijakan tersebut. Ketika masyarakat serius menolak kenaikan harga BBM, pemerintah akhirnya hanya menaikkan BBM non-subsidi. Ketika ada penolakan terhadap pengelolaan MBG, pemerintah pun bersedia melakukan evaluasi.

Demikian pula para buruh yang serius memperjuangkan hak-haknya, para pelajar dari keluarga sederhana yang berhasil meraih prestasi tinggi karena kerja keras, bahkan orang-orang yang sungguh-sungguh mencari pasangan hidup pun akhirnya dipertemukan Allah dengan jodohnya.

Jika masih ada yang meragukan bahwa kesungguhan akan menghasilkan keberhasilan, maka lihatlah kisah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS ketika Allah mengabulkan doa mereka:

قَالَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيْمَا وَلَا تَتَّبِعٰۤنِّ سَبِيْلَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُونَ

“Allah berfirman: Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua. Sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Yunus: 89)

Kesimpulannya, Man Jadda Wajada bukan sekadar pepatah Arab, tetapi prinsip hidup yang diajarkan Islam: siapa yang bersungguh-sungguh dalam ikhtiar, disertai sabar, doa, dan tawakal, maka Allah akan membukakan jalan menuju keberhasilan.

والله أعلم بالصواب

KH Badruddin H Subky, Pimpinan Ponpes Al-Badar Bogor.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button