OASE

Menyelami Hakikat dan Makna Cinta dalam Perspektif Imam Al-Bushiri

Memetik Manifestasi Cinta dari Kitab Burdah

Cinta memang menghadirkan keindahan, namun cinta juga tidak asing dengan derita. Syekh Imam Al-Bushiri mengungkapkannya dalam syair:

وَالْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالْأَلَــمِ

“Cinta menghalangi segala kesenangan dengan rasa sakit.”

Pada poin ini, cinta menghendaki keindahan yang hakiki, bukan kenikmatan yang bersifat sementara. Seorang pencinta sejati dituntut untuk menahan derita atas kesenangan fana duniawi.

Melalui jalan perenungan, refleksi, dan muhasabah, Syekh Imam Al-Bushiri memberikan teladan mengenai cara memanifestasikan cinta. Metode reflektif seperti ini kini semakin jarang ditemui di tengah masyarakat.

Cinta sering kali dijadikan kambing hitam ketika kesenangan fana berubah menjadi petaka. Hal itu terjadi karena cinta yang digunakan tidak lagi berlandaskan ketulusan jiwa dan kejernihan hati sebagaimana kisah Imam Al-Bushiri dalam kitab Qasidah Burdah.

Mempelajari kemurnian cinta dari para pencinta sejati seperti Syekh Imam Al-Bushiri tetap relevan sebagai bekal kehidupan. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan rahmat-Nya atas ketulusan cinta beliau kepada kekasih Allah Swt., Nabi Muhammad saw.[]

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button