#Darurat LGBTNASIONAL

Munarman Bongkar Strategi Kelompok LGBTQ: Isu HAM, Media hingga Pendidikan Jadi Pintu Masuk

Berdasarkan pengalamannya, menurut Munarman banyak wartawan yang “welcome” dengan isu LGBT. “Mereka tidak atau bukan pelakunya, tapi mereka mendiamkan, memberi kesempatan kepada LGBT,” jelasnya.

Menurutnya, sikap seperti itu pernah terjadi dahulu sebagaimana istri Nabi Luth. Dia masuk kategori membiarkan bahkan mendukung kazaliman.

Munarman mengatakan sasaran utama berikutnya adalah perubahan regulasi. Ia menilai kelompok LGBTQ berupaya memperoleh perlindungan hukum melalui pembentukan peraturan perundang-undangan.

“Target utama mereka membuat undang-undang perlindungan terhadap perilaku dan kaum yang mereka identifikasi sebagai minoritas,” ujarnya.

Ia juga menyatakan tidak sependapat dengan penyebutan LGBTQ sebagai kelompok minoritas. “Yang disebut minoritas itu berdasarkan agama atau etnis. Kalau orientasi seksual, tidak ada konsep mayoritas dan minoritas,” katanya.

Menurut Munarman, hingga saat ini upaya tersebut belum berhasil karena menurutnya kebijakan pemerintah justru bergerak ke arah sebaliknya.

Munarman juga mengungkapkan terdapat dokumen yang disusun oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengenai strategi kampanye LGBTQ di kawasan Asia Pasifik.

Ia mengutip Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter dalam kebijakan pertahanan nasional. “Dengan adanya Perpres itu kita sudah punya instrumen,” ujarnya.

Menurutnya, dokumen tersebut memuat berbagai rekomendasi mengenai pendekatan melalui media, parlemen, perguruan tinggi, hingga kalangan agama. Ia menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara sasaran dalam strategi tersebut.

Munarman juga menyinggung adanya panduan yang ditujukan kepada anggota legislatif agar mendorong kebijakan yang memberikan perlindungan kepada kelompok LGBTQ melalui mekanisme anggaran dan pengawasan.

“Target mereka dalam segi regulasi itu yang tadinya mereka mau membuat undang-undang perlindungan. Kemudian yang lebih gawat lagi mereka itu mau membuat undang-undang melegalkan perkawinan sesama jenis,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya strategi kelompok menyimpang tersebut, Munarman mengajak masyarakat aktif melakukan edukasi publik untuk mencegah penyebaran budaya LGBTQ.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button