NASIONAL

Namanya Hilang dari Kepengurusan MUI, Din Syamsuddin: Saya Tidak Bersedia

Jakarta (SI Online) – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Periode 2015-2020 Din Syamsuddin memberikan penjelasan mengenai hilangnya nama dia dalam kepengurusan MUI Periode 2020-2025. Menurut Din, ia memang sudah menyatakan berhenti dari keaktifan di MUI.

“Saya tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI adalah karena saya tidak bersedia. Seandainya Tim Formatur memasukkan maka saya tidak bersedia,” kata Din dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, 27 November 2020.

Din menambahkan, sebelum Munas X dilaksanakan dirinya telah menyampaikan dalam Rapat Pleno terakhir Dewan Pertimbangan MUI pada 18 November 2020 bila dirinya ingin berhenti dari keaktifan MUI.

Din menyebutkan salah satu alasan dirinya tak aktif lagi di MUI yakni karena merasa sudah terlalu lama terlibat. Ia mengaku telah aktif di MUI sejak 1995, dari jabatan sebagai Sekretaris, kemudian Sekretaris Umum, Wakil Ketua Umum, hingga menjadi Ketua Umum pada 2014-2015 dan Ketua Wantim pada periode 2015-2020.

“Dalam kaitan ini saya meminta maaf kepada segenap anggota Wantim MUI yang mendukung agar saya tetap memimpin Wantim MUI,” kata dia.

Din akhirnya juga menyampaikan alasan dirinya tidak menghadiri Munas X MUI dan mewakilkan kepada Wakil Ketua Wantim Prof Dr KH Didin Hafiduddin untuk menyampaikan sambutan dan menjadi anggota formatur.

“Saya mendengar dan mengetahui ada pihak yang ingin menjadi Ketua Wantim MUI, dan Pengurus MUI. Saya berhusnuzhon mereka ingin berkhidmat di MUI, maka sebaiknya diberi kesempatan. Biarlah umat yang menilai dan Allah SWT yang mengganjari,” kata dia.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpesan, bagi pejuang khususnya pejuang Islam, perjuangan dan pengabdian untuk umat dan bangsa tidaklah terbatas dapat dilakukan hanya dalam satu lingkaran organisasi seperti MUI, tapi bisa dilakukan pada berbagai lingkaran keaktifan.

“Jadi tidak masuk dalam kepengurusan suatu organisasi jangan dianggap sebagai masalah besar, begitu pula masuk dalam kepengurusan bukanlah hal istimewa,” pungkasnya.

Red: shodiq ramadhan

Artikel Terkait

Back to top button