Pak Harto Memang Layak Mendapat Gelar Pahlawan
Maka jangan heran saat ini, pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto mendapat tantangan keras dari kelompok-kelompok yang sejak awal memang tidak suka Pak Harto mendekat dengan umat Islam. Harian Kompas dan Tempo termasuk yang tidak setuju gelar pahlawan disematkan kepada Pak Harto.
Pak Harto mesti dicari-cari kesalahannya, misalnya karena membunuh jutaan orang komunis, menumpuk kekayaan trilyunan dan sebagainya. Padahal tuduhan membantai jutaan orang komunis itu tidak terbukti. Tidak pernah ada kuburan orang komunis di tanah air sampai jutaan dan juga tidak terbukti pak Harto punya kekayaan trilyunan seperti dituduhkan Majalah Time (Amerika Serikat).
PKI atau kaum komunis di Indonesia adalah penyebab kerusakan dan pembunuhan banyak jenderal dan kaum Muslim. Mereka beraksi sejak 1948 di Madiun. Bila kemudian kaum Muslim dan TNI membalas perang yang dilakukan PKI, maka yang salah adalah PKI. Mereka yang memulai. Jumlah korban diduga hanya ribuan, bukan jutaan seperti tuduhan tokoh PKI atau tokoh-tokoh yang pri PKI.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut bahwa Soeharto ikut dalam peristiwa‐kunci seperti Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, serta terlibat dalam pertempuran di Ambarawa dan Semarang, bahkan menjadi komandan pada operasi pembebasan Irian Barat. Menurut Fadli, jasa‐jasa tersebut memenuhi salah satu kriteria yang diperlukan tokoh untuk mendapatkan gelar pahlawan.
Fadli juga menekankan bahwa era Soeharto ditandai program pembangunan lima tahun (Repelita), penurunan kemiskinan, dan peningkatan akses pendidikan—yang menurutnya menjadi bagian dari jasa besar bagi bangsa.
Fadli menyatakan bahwa pengusulan nama‐nama calon pahlawan telah melalui kajian sejak tingkat kabupaten, kota, provinsi hingga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Ia menyebut bahwa nama Soeharto telah diusulkan sebanyak tiga kali dan “memenuhi syarat” dari berbagai layer.
Walhasil, bagi umat Islam yang faham sejarah, maka penganugerahan Pak Harto sebagai pahlawan nasional adalah hal yang patut disyukuri. Bagi kalangan yang pro PKI memang Pak Harto adalah musuh atau bajingan. Karena Pak Harto bersama Pak Nasution adalah dua petinggi negara yang melumpuhkan pemberontakan PKI 1965.
Pak Harto diturunkan kelompok CSIS dan gengnya pada 1998, ketika ia tengah mesra-mesranya berangkulan dengan umat Islam. Insyaallah Pak Harto adalah husnul khatimah di akhir masa pemerintahannya. Wallahu azizun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






