SIRAH NABAWIYAH

Pelajaran dari Peristiwa Badar

Kronologi Peristiwa Badar

Pada tanggal 12 Ramadan, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ali Ash-Shalabi dalam kitab Sirah Nabawiyah-nya, Rasulullah saw. beserta para sahabat keluar dari Kota Madinah merujuk pada suatu informasi akan lewatnya kafilah dagang Quraisy dari arah Syam. Niat awal pasukan ini melakukan misi penyergapan terhadap kafilah dagang Quraisy sebagai bagian dari serangan terhadap ekonomi musuh.

Hal ini sah dilakukan karena hubungan antara Madinah dan Makkah ketika itu adalah hubungan perang. Informasi adanya satuan pasukan muslimin yang hendak menghadang kafilah Quraisy sampai kepada Abu Sufyan, pemimpin kafilah.

Ia mengutus Dhamdam bin Amru Al-Ghifari untuk menyampaikan informasi tersebut kepada para pemimpin Quraisy di Makkah agar segera mengambil langkah penyelamatan. Kepanikan dan kemarahan pun menyelimuti Makkah dengan sampainya kabar bahwa kafilah dagang mereka dihadang oleh Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya.

Maka dalam waktu singkat, disiapkan pasukan berkekuatan satu batalion sekitar 1.000 orang bersenjata yang siap berangkat. Tidak lama setelah itu, sampai juga informasi kepada mereka bahwa Abu Sufyan telah berhasil meloloskan kafilah dagang dari sergapan pasukan Madinah.

Hanya dalam hitungan waktu, mereka akan tiba di Makkah dengan selamat. Seharusnya pasukan berkekuatan satu batalion itu tidak perlu menghunus pedang dan pergi keluar dari Makkah dalam keadaan cuaca yang tidak bersahabat.

Tetapi kemarahan, rasa bangga, dan kesombongan telah menggelapkan hati para pemimpin Quraisy. Allah Swt. menggambarkan keadaan mereka dalam firman-Nya:

“Orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 47).

Berangkatlah pasukan Makkah dengan iring-iringan besar, perbekalan yang memadai, minuman keras, dan tidak lupa biduan yang akan bernyanyi untuk mereka. Bahkan sebelum berperang, mereka telah merencanakan pesta kemenangan.

Faktor Kemenangan

Perang Badar merupakan peristiwa besar sebab peristiwa ini merupakan pertempuran besar pertama umat Islam melawan musuh. Dengan pertolongan Allah Swt., kaum muslimin menang meskipun kalah dari sisi jumlah pasukan dan perlengkapan perang.

Di antara rahasia kemenangan itu adalah Allah Swt. mengutus bala tentara dari kalangan malaikat. Allah Swt. berfirman:

“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.’ Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 12).

Selain itu, ada beberapa faktor pendukung lainnya yang membuat kemenangan diraih oleh umat Islam. Pertama, umat Islam berperang di bawah satu komando, yaitu Nabi saw.

Meskipun jumlah pasukan dan perlengkapan umat Islam tidak sebanyak pasukan Quraisy, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap komandan mengantarkan muslimin pada kemenangan. Kedua, Nabi saw. berbaris dari Madinah ke Badar menggunakan strategi cerdas.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
Back to top button