Pemimpin Itu Makan yang Terakhir
Keteladanan yang dilakukan tokoh-tokoh islam dan bangsa ini nampaknya hanya menginspirasi sebagai tokoh-tokoh kita dewasa ini. Dalam menghadapi musibah banjir besar di Sumatra, misalnya, banyak pejabat yang belum menunjukkan empatinya. Ada pejabat yang wilayahnya banjir, malah ia ke luar negeri. Ada pejabat yang makan bermewah-mewah di tengah-tengah pengungsi di Sumatra sana yang kesulitan makanan. Ada pejabat yang rekreasi main golf, di tengah-tengah pasokan makanan kepada ribuan pengungsi masih tersendat.
Walhasil, marilah kita ambil pelajaran dari kata-kata berhikmah berikut ini. Di bawah ini ada pepatah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang berguna untuk diambil hikmahnya bagi para pemimpin:
- “A leader eats last.”
Pemimpin mendahulukan keselamatan dan kesejahteraan orang yang dipimpinnya sebelum dirinya sendiri. - “Actions speak louder than words.”
Kepemimpinan dinilai dari tindakan nyata, bukan janji atau pidato. - “The fish rots from the head.”
Kerusakan organisasi biasanya berawal dari pemimpinnya. - “A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.”
Pemimpin sejati memberi arah, memberi contoh, dan berjalan bersama. - “He who cannot obey cannot command.”
Orang yang tak mampu taat, tak pantas memimpin. - “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.”
Kekuasaan tanpa kontrol cenderung melahirkan penyalahgunaan. - “Leadership is responsibility, not privilege.”
Kepemimpinan adalah beban amanah, bukan hak istimewa. - “The best leaders create a culture where everyone leads.”
Pemimpin hebat melahirkan pemimpin, bukan pengikut pasif. - “If you want to go fast, go alone; if you want to go far, go together.”
Kepemimpinan sejati menekankan kebersamaan dan kolaborasi. - “A crown is heavy for the head that wears it.”
Jabatan tinggi membawa tanggung jawab besar.
Sedangkan dalam bahasa Indonesia ada peribahasa :
- “Pemimpin adalah pelayan rakyat.”
Kekuasaan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. - “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.”
Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan. - “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.”
Pemimpin dikenang dari jejak moral dan kebijakannya. - “Ikan busuk mulai dari kepalanya.”
Kerusakan sistem berasal dari kepemimpinan yang buruk. - “Raja adil raja disembah, raja zalim raja disanggah.”
Keadilan melahirkan legitimasi; kezaliman melahirkan perlawanan. - “Besar pasak daripada tiang.”
Sindiran bagi pemimpin yang gaya hidupnya melebihi kemampuan dan tanggung jawabnya. - “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”
Pemimpin sejati menanggung beban bersama rakyat. - “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.”
Pemimpin harus konsisten dan bertanggung jawab atas keputusan. - “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.”
Pemimpin harus bijak membaca konteks dan kondisi rakyatnya. - “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”
Kepemimpinan yang kuat mempersatukan, bukan memecah belah.
Wallahu alimun hakim.
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.





