Resmi Berlaku, Ini 14 Poin Penting Perjanjian Damai AS-Iran
Poin 6: Dana Rekonstruksi Ekonomi Iran
Poin keenam menyatakan bahwa AS bersama mitra regionalnya akan mengembangkan rencana definitif senilai minimal 300 miliar dolar AS untuk pembangunan ekonomi Iran. Mekanisme akhir pemanfaatan dana bantuan rekonstruksi tersebut akan disepakati dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan final.
Seluruh izin regulasi dan pengecualian transaksi keuangan terkait rencana ini akan dikeluarkan secara resmi oleh otoritas AS. Namun, poin ini tidak mewajibkan pemerintah AS untuk terlibat atau berkontribusi secara finansial.
Seorang pejabat tinggi mencatat bahwa AS tidak diharuskan membayar sepeser pun uang dari kas negara kepada Iran. Sebagai contoh, jika Iran mematuhi perjanjian, otoritas Uni Emirat Arab dapat membangun pembangkit listrik di Iran atas restu dan izin dari AS.
Trump dan jajaran pejabatnya berupaya keras memperjelas kepada publik domestik bahwa mereka tidak akan memberikan dana langsung ke Teheran. Menurut mereka, strategi ini sangat kontras dengan skema perjanjian nuklir tahun 2015 pada masa pemerintahan Presiden Obama.
Poin 7: Penghentian Sanksi Ekonomi
Amerika Serikat sepakat untuk mengakhiri semua jenis sanksi ekonomi terhadap Iran secara bertahap. Penghentian ini termasuk sanksi yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan PBB maupun sanksi sepihak primer dan sekunder yang diterapkan AS.
Namun, jadwal pasti mengenai kapan sanksi-sanksi tersebut mulai dihapus secara total masih belum diatur jelas. Teks kesepakatan menetapkan bahwa jadwal rincinya baru akan disepakati sebagai bagian dari dokumen kesepakatan akhir.
Walau begitu, kedua belah pihak menyatakan niat mereka untuk segera membahas masalah krusial ini dalam negosiasi lanjutan. Sebelumnya, kebijakan sanksi AS yang dikenal sebagai Economic Fury Operation berupaya memutus total hubungan finansial Iran dari sistem global.
Poin 8: Larangan Kepemilikan Senjata Nuklir
Iran menyepakati komitmen untuk tidak akan pernah memperoleh, membeli, atau mengembangkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Selain itu, kedua belah pihak juga setuju untuk menangani tumpukan stok uranium yang saat ini telah diperkaya oleh Iran.
Metode teknis untuk mengelola dan mereduksi material nuklir tersebut memang belum diatur secara detail dalam dokumen awal ini. Kesepakatan mencatat bahwa mekanisme teknisnya akan disepakati bersama dalam pembicaraan tingkat lanjut.
Meski demikian, kedua negara sepakat bahwa seluruh kadar dan aktivitas pengayaan uranium Iran akan diawasi ketat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Seorang pejabat senior AS menyebut poin terkait pengawasan uranium ini merupakan kemenangan besar bagi negaranya.
Trump menyatakan bahwa upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir adalah fokus utama dari tujuan militernya. Target tersebut merepresentasikan 99% dari apa yang ingin dia capai melalui operasi militer bersama Israel sejak awal tahun 2026.
Karena AS menyatakan pelaksanaan perjanjian ini berbasis realisasi di lapangan, proses pencabutan sanksi akan berkaitan erat dengan kepatuhan Iran. Kelanjutan implementasi Poin 7 mengenai penghapusan sanksi akan bergantung pada bagaimana Iran mematuhi aturan di Poin 8 ini.






