Resmi Berlaku, Ini 14 Poin Penting Perjanjian Damai AS-Iran
Poin 2: Penghormatan terhadap Urusan Dalam Negeri
Teks perjanjian yang dibacakan secara verbatim kepada pers menyatakan bahwa AS dan Iran akan saling menghormati kedaulatan serta integritas teritorial masing-masing. Kedua negara sepakat untuk menahan diri dari segala bentuk campur tangan dalam urusan internal pihak lain.
Poin ini kemungkinan besar akan direspons secara negatif oleh sejumlah kelompok oposisi di Iran. Hal itu dikarenakan pada awal tahun 2026, Trump sempat berjanji kepada kelompok demonstran di Iran bahwa bantuan dari AS sedang dalam perjalanan.
Poin 3: Jangka Waktu 60 Hari yang Dapat Diperpanjang
AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam jangka waktu maksimal 60 hari. Masa tenggat penandatanganan dokumen final tersebut dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan bersama kedua belah pihak.
Hitungan mundur 60 hari tersebut resmi dimulai setelah pemimpin kedua negara menandatangani dokumen kesepakatan awal ini. Pihak Gedung Putih mengonfirmasi kepada BBC bahwa Trump telah menandatangani dokumen tersebut di Istana Versailles, Prancis, pada Rabu (17/6).
Dokumen dari pihak AS tersebut juga telah ditandatangani oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Sebelumnya, kedua negara mengindikasikan akan menggelar seremoni penandatanganan resmi di Jenewa, Swiss, akhir pekan ini, tetapi belum jelas apakah upacara tersebut tetap dilaksanakan.
Poin 4: AS Akan Hentikan Blokade Pelabuhan Iran
Setelah kesepakatan ini diteken, AS diwajibkan untuk segera menghentikan blokade militer serta segala gangguan terhadap berbagai pelabuhan Iran. Blokade laut oleh angkatan laut AS tersebut ditargetkan harus berakhir sepenuhnya dalam waktu 30 hari.
Selama rentang waktu transisi ini, jumlah kapal yang diizinkan melewati pelabuhan Iran sebanding dengan lalu lintas yang dipulihkan Iran di Selat Hormuz. AS juga berkomitmen menarik seluruh pasukan militernya dari wilayah di sekitar Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir.
Dalam praktiknya, poin ini berarti militer AS harus menarik mundur pasukannya ke posisi semula. Mereka akan kembali ke posisi dan aset yang dimiliki sebelum konflik dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu.
Poin 5: Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Bagian kesepakatan ini mengatur bahwa Iran akan mengupayakan kemampuan terbaiknya untuk menjamin pelayaran yang aman dan bebas biaya bagi kapal komersial di Selat Hormuz. Pemulihan jalur maritim ini telah menjadi target utama AS sejak konflik pecah dan memicu lonjakan harga minyak global akibat penutupan selat.
Dalam kesepakatan terbaru ini, lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz diperjanjikan akan segera dibuka kembali secara normal. AS dan Iran juga akan bekerja sama untuk menghilangkan hambatan teknis militer, termasuk melakukan pembersihan ranjau laut.
Para pejabat dari kedua belah pihak sebelumnya telah berulang kali menegaskan bahwa tidak akan ada pungutan biaya apa pun bagi kapal yang melintas. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum bagi kapal komersial dan kapal tanker internasional.
Untuk jangka panjang, perjanjian ini mengatur Iran akan bekerja sama dengan Oman dan negara Teluk lainnya guna membuat kesepakatan yang lebih luas. Pejabat AS memperkirakan Iran akan tetap menegaskan hak kedaulatan mereka secara agresif, meskipun negara Teluk tidak akan menerima sistem penarikan biaya kapal.






