INTERNASIONAL

Selamatkan Dokter Hussam Abu Safia!

Israel ‘Tidakkah Mematuhi Gencatan Senjata’

Imbauan tersebut disampaikan saat koresponden Al Jazeera melaporkan pemburukan tajam di seluruh sektor kesehatan Gaza. Hal ini terjadi hampir 10 bulan setelah “gencatan senjata” yang terus dilanggar Israel hampir setiap hari.

Pada Sabtu, tiga warga Palestina terluka akibat tembakan tentara Israel di utara Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa. Pasukan Israel juga melakukan operasi pembongkaran meluas di selatan kota sejak pagi hari, sementara kendaraan militer terus menembak di timur Jalan Salah al-Din dekat Jembatan Wadi Gaza.

“Pendudukan Israel tidak mematuhi ketentuan gencatan senjata, bahkan tidak pada protokol yang dilampirkan pada gencatan senjata ini,” kata Noor Khaled dari Al Jazeera, melaporkan dari Kota Gaza.

Ia menambahkan bahwa zona “kuning” yang dikontrol Israel kini mencakup lebih dari 70 persen Jalur Gaza. Kondisi ini membuat warga Palestina terisolasi di area kurang dari 30 persen, yang sebagian besarnya telah hancur.

Pintu perbatasan sebagian besar tetap ditutup dan sekitar 20.000 pasien sedang menunggu untuk dievakuasi guna pengobatan di luar negeri, tambah Khaled. Dari 600 truk bantuan yang seharusnya masuk setiap hari, “yang masuk tidak melebihi 250 truk.”

Dari Deir al-Balah, koresponden Ashraf Abu Amra mengatakan Rumah Sakit Nasser melaporkan “tiga hingga empat pasien meninggal setiap hari akibat kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis”.

Pekan lalu, pasukan Israel menghancurkan gudang pasokan medis yang melayani hampir setengah juta orang dalam serangan langsung di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.

Ajith Sunghay, kepala kantor hak asasi manusia PBB di wilayah pendudukan Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sistem kesehatan Gaza termasuk yang paling parah terkena dampaknya. “Butuh bergenerasi-generasi” bagi warga Palestina di Gaza untuk pulih dari trauma dan kehilangan ini, katanya.

Ia memperingatkan bahwa kelaparan, krisis tempat tinggal, dan kurangnya air minum bersih tidak dapat diatasi selama masuknya barang-barang kegunaan ganda (dual-use materials) tetap diblokir oleh Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan rumah sakit menerima dua jenazah yang meninggal akibat luka-luka dan enam korban luka dalam 24 jam terakhir. Korban terbaru ini meningkatkan jumlah kematian sejak “gencatan senjata” Oktober lalu menjadi 1.257 jiwa dan 4.131 luka-luka.

Secara keseluruhan, perang genosida Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.[]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button