ALIRAN SESAT

Sepilis dan Bahayanya

Apa itu Sepilis? Dalam tulisan disini sepilis bukan penyakit terinfeksi bakteri treponema. Tapi singkatan dari: sekularisme, pluralisme dan liberalisme.

Sepilis ini sangat berbahaya, karena sepilis merupakan pemahaman yang mengancam dan mencabut akidah Islam. Karenanya, sejak 2005 silam Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menfatwakan keharaman sepilis bagi umat Islam.

Sekularisme

Sekularisme adalah pemahaman yang memisahkan kehidupan dunia atau sosial dari aturan dan nilai-nilai agama. Karena itu muncul ungkapan-ungkapan, urusan politik jangan bawa-bawa agama, urusan undang-undang jangan bawa-bawa agama, bahkan agama dianggap bertentangan dengan kebhinekaan, padahal justru kita menegakkan agama demi menjaga bangsa ini supaya tidak hancur.

Sementara pluralisme adalah pemahaman yang menyamakan semua agama dalam kebenaran. Apapun agamanya sama-sama menuju kebahagian di surga. Kebenaran agama bersifat nisbi tidak ada yang mutlak kebenarannya. Untuk itu, kata para pengasongnya, tidak ada yang berhak mengklaim paling benar agamanya.

Kemudian, liberalisme adalah pemahaman yang tidak mau tunduk kepada Al-Qur’an, misalnya dengan menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal.

Apa Bahayanya?

Pemahaman sekularisme jelas kontra dengan ajaran Islam. Sekularisme mencampakkan sebagian ajaran Islam terutama yang terkait aspek sosial, ekonomi dan pendidikan.

Kalaulah aspek-aspek tersebut disinggung hanya moralitasnya. Politik harus adil dan jujur tapi syariat lainnya tak dipakai. Begitu juga ekonomi, pendidikan hanya subtansinya sementara syariatnya tak dipakai apalagi dijadikan sistem yang baku dalam bernegara. Itulah sekularisme.

Padahal dalam Al-Qur’an secara tegas menyeru orang-orang beriman untuk melaksanakan ajaran Islam secara kaaffah, totalitas, tanpa membeda-bedakan ajaran yang satu dengan ajaran yang lain. Baik akidah, ibadah, muamalah semuanya diatur dalam Islam. Mulai dari masuk toilet sampai masuk istana diatur dalam ajaran Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dalam ayat berikut ditegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Apapun yg datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya Saw kita terima dengan sami’na waatha’na yakni kita perhatikan, kita taati dan laksanakan dengan ikhlas mengharap rida Allah SWT.

Simak dan renungkan firman Allah SWT betikut:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS Al-Ahzab 36).

Jadi jelas jika kita berpedoman hanya parsial dari syariat Islam itu berarti mengikuti langkah setan karena menentang ketentuan Allah dan Rasul-Nya, alias sesat yang nyata.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button