Ulama Besar Syekh Hasan Hito Wafat
Karakter dan Kualitasnya
Syekh Muhammad Hassan Hito dikenal karena kesabaran dan ketekunannya dalam mencari ilmu. Ia bahkan tidak memiliki panci atau kompor untuk memanaskan air, sehingga ia bekerja tanpa lelah siang dan malam untuk belajar.
Ia secara pribadi menyalin lebih dari sepuluh ribu halaman manuskrip tentang prinsip-prinsip hukum Islam yang relevan dengan studinya yang mendalam. Ia sangat gemar membaca, memiliki wawasan luas, dan memiliki perpustakaan yang berisi buku-buku langka dan berharga.
Dr. Muhammad al-Zuhayli ditanya: Apa pendapat Anda tentang buku “Ijtihad” karya Dr. Muhammad Hassan Hito? Ia menjawab: “Dr. Muhammad Hasan Hito adalah salah satu ulama Syafi’i terkemuka di zaman kita dan penulis buku terlengkap tentang mazhab Syafi’i.
Ia pergi ke Kuwait, dan ia adalah seorang ulama yang terpercaya dan dapat diandalkan. Saya hampir bisa mengatakan, dan saya harap ia akan memaafkan saya, bahwa ia adalah pengikut setia mazhab Syafi’i dan sangat mencintainya.
Karya-karyanya
Profesor Dr. Abdul Ghaffar Al-Sharif, salah satu muridnya, berkata tentang Syekh Hasan Hito: “Ketika Yang Mulia Syekh Dr. Muhammad Hassan Hito (semoga Allah melindunginya) datang ke Kuwait pada tahun 1971 sebagai Direktur Institut Al-Iman Al-Shar’i di Al-Manqaf, saya menghadiri kelas-kelas umumnya dan mempelajari hal-hal berikut bersamanya:
1- Menjelaskan Ambigu dalam Penjelasan Al-Sullam (dalam Logika)
2- Komentar Al-Mahalli tentang Al-Waraqat karya Al-Juwayni, dengan bacaan dalam catatan pinggir Al-Jawi.
3- Pelatihan Perawi oleh Al-Suyuti (dalam Terminologi Hadits).
4- Bacaan dalam Komentar Al-Suyuti tentang Al-Muwatta’ dengan Bantuan Al-Suyuti kepada Orang Sakit dalam Perawi Al-Muwatta’.
5- Studi tentang Mughni Al-Muhtaj (dalam Fiqih Syafi’i).
6- Mempelajari Tafsir Al-Alfiyya karya Ibnu Aqi’ah.
7- Mengikuti kelasnya tentang Tafsir Al-Jalalayn.
8- Mengikuti beberapa kelasnya tentang penjelasan Sahih Muslim karya al-Nawawi.
9- Mempelajari al-Uddah: Sharh al-Umdah karya al-Maqdisi (Fiqih Hanbali).
10- Mempelajari al-Tamhid karya al-Asnawi (Mendapatkan hukum dari prinsip-prinsip).
Pelajaran-pelajaran ini diberikan di beberapa lokasi, selain pelajaran Tafsirnya di Masjid Mishari al-Rawdan. Syekh ini sangat berpengaruh bagi saya, karena ia membimbing jalan akademis saya dan membangunnya di atas prinsip-prinsip yang benar—semoga Allah membalasnya.
Demikianlah praktik Syekh Muhammad Hasan Hito, yang bekerja sebagai guru di Kuwait dan aktif dalam dakwah Islam. Ia memberikan pelajaran tentang akidah, ia mempelajari yurisprudensi dan prinsip-prinsipnya di Kuwait, dan terus berkontribusi dalam penyusunan Ensiklopedia Fiqh di sana.






