NUIM HIDAYAT

Silaturahmi ke Kedubes Iran dan Perlunya Persatuan Sunni-Syiah

Alhamdulillah, Senin pagi (06/04), saya dengan sahabat akrab saya, Suwandi. bisa berkunjung ke Kedutaan Iran di Jakarta. Kita diterima oleh pejabat kedutaan Daud Muhamad Ali dan Majid Salmani Muhammad Abadi.

Selain bersilaturahmi, saya juga menghadiahkan buku “Agar Batu Bata Menjadi Rumah yang Indah” kepada Duta Besar Iran. Buku itu saya titipkan ke Bapak Daud.

Di halaman pertama buku itu, saya tulis:

“Kepada Yth. Bapak Dubes Iran di Tempat

Persatuan Sunni Syiah hanya bisa dicapai dengan cara Syiah hentikan caci maki kepada Sahabat Rasulullah Abu Bakar, Umar, Istri-Istri Rasulullah dll.

Semoga kita bersatu dengan pedoman bersama Al-Qur’an dan memuliakan Rasulullah dan para sahabatnya”

Di halaman kedua saya berikan tanda tangan saya dan dua ayat berikut:

فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Sesungguhnya kelompok Allah (Hizbullah) yang akan menang.“ (QS. Al Maidah 56)

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan sesungguhnya bala tentara Kami, merekalah yang pasti menang.” (QS. as Shaffat 17)

Ini adalah kunjungan pertama kalinya saya ke Kedutaan Iran. Di ruangan itu ada gambar almarhum Ayatullah Ali Khamenei, kaligrafi, lukisan dan lain-lain.

Sambil berdiri kita berbincang tentang kondisi Iran saat ini. Saya sampaikan bahwa kita mendukung Iran, karena tindakan brutal Amerika dan Israel kepada Iran (di saat ada perjanjian bersama). Di samping itu perlu ada penyatuan Sunni-Syiah, agar tidak saling bunuh keduanya.

Persatuan ini insyaallah akan mendamaikan umat Islam dan dunia. Dengan persatuan ini maka insyallah tidak akan terjadi lagi pembantaian semena-mena Israel kepada Muslim Gaza yang menelan korban lebih dari 72 ribu orang. Selain itu, dengan persatuan maka tindakan agresi Amerika Israel yang menelan korban ribuan, termasuk 170 anak dan guru di Mihnab, bisa dicegah.

Memang ada perbedaan Sunni dan Syiah. Tapi apakah perbedaan itu membuat kita saling bunuh? Padahal Syiah sama Tuhannya dengan Sunni, sama juga Al-Qur’annya dan Nabinya. Perbedaan ada pada Hadits. Sementara kalau dengan kelompok kafir, beda Tuhan, beda kitab suci dan beda Nabinya.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button