Yuk, Bersegera Melaksanakan Syariat
Kekuatan sejati seorang Muslim tidak diukur dari fisik, harta, atau jumlah pengikut, melainkan terletak pada nafsiyah (sistem kejiwaan) yang hidup dengan dorongan iman, muraqabah (merasa diawasi) kepada Allah, dan ketaatan yang konsisten.
Setiap Muslim yang memiliki kekuatan sejati akan segera melaksanakan syariat saat perintah Allah Swt datang.
Bersegera melaksanakan syariat berarti langsung merespons perintah dan larangan Allah Swt serta Rasul-Nya tanpa menunda, mencari alasan, atau menunggu kondisi sempurna.
Sikap ini merupakan buah dari iman yang hidup dan keyakinan bahwa ketaatan adalah jalan menuju kehidupan yang hakiki.
Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt dalam surah Ali ‘Imran ayat 133: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
Orang-orang Mukmin yang beruntung adalah mereka yang menjawab, “Kami mendengar dan kami patuh” ketika dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah saw dan para sahabat merupakan teladan utama dalam menyegerakan ketaatan.
Dalam hadis riwayat Bukhari, beliau segera berdiri dan melangkah cepat ke kamar istrinya setelah salat Asar karena teringat ada emas zakat yang belum dibagikan.
Beliau tidak suka jika harta tersebut menahannya dari ketaatan kepada Allah SWT.
Teladan lain tampak ketika perintah perubahan kiblat dari Baitulmakdis ke Kakbah turun, para sahabat Ansar langsung mengubah arah salat meskipun sedang rukuk.
Mereka langsung patuh tanpa menunggu salat selesai atau berdebat terlebih dahulu. Inilah bentuk nafsiyah kokoh yang telah dibentuk oleh akidah Islam.
Ada beberapa alasan mengapa seorang Muslim harus bersegera dalam melaksanakan syariat.






