Haruskah Mencuci Semua Buah dan Sayur Sebelum Dimakan?
Jakarta (Suaraislam.id) — Buah dan sayuran segar sebaiknya tetap dicuci sebelum dikonsumsi. Langkah ini membantu menghilangkan kotoran, pestisida, dan mikroorganisme yang menempel di permukaannya.
Dikutip dari laman Health, Ahad (09/08), mencuci buah dan sayur tetap perlu dilakukan meskipun bagian luarnya akan dikupas. Saat mengupas lemon, jeruk, atau buah lainnya, kuman yang menempel pada kulit dapat berpindah ke bagian yang akan dimakan.
Beberapa jenis sayuran membutuhkan perhatian lebih saat dicuci. Sayuran yang tumbuh di dalam tanah, seperti wortel, dapat membawa lebih banyak tanah dan kotoran sehingga perlu digosok hingga bersih.
Sayuran berdaun seperti selada juga perlu dicuci dengan lebih teliti. Lipatan dan celah pada daunnya dapat menyimpan tanah, kotoran, serta mikroorganisme.
“Sayuran berdaun membutuhkan perhatian lebih karena lipatan dan celahnya dapat menjebak tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata Direktur Alliance to Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, kepada Health.
Namun, produk yang sudah diberi keterangan telah dicuci atau pre-washed tidak perlu dicuci kembali. Mencucinya justru dapat membuat makanan bersentuhan dengan bak cuci atau permukaan lain yang kotor dan berpotensi terkontaminasi.
“Mencucinya kembali berisiko membuatnya bersentuhan dengan bak cuci atau permukaan yang kotor atau terkontaminasi,” kata Ketua Departemen Ilmu Pangan Rutgers University, Don Schaffner, PhD.
Mencuci buah dan sayur memang dapat mengurangi jumlah kotoran dan kuman, tetapi tidak dapat menghilangkan seluruh kontaminan.
Menurut Schaffner, penelitian mengenai seberapa banyak bakteri yang dapat dihilangkan melalui proses pencucian masih terbatas. Namun, jumlah mikroorganisme yang sangat sedikit pun dapat menyebabkan seseorang sakit.
Risiko tersebut juga berlaku pada parasit seperti Cyclospora yang dapat menempel kuat pada permukaan hasil pertanian, kata Coffman.
Selain itu, sejumlah mikroorganisme dapat masuk ke bagian dalam buah atau sayuran sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan mencucinya. Coffman mencontohkan bakteri E. coli yang dapat masuk ke tomat melalui bagian bekas tangkai.
Karena itu, mencuci bukan satu-satunya langkah untuk menjaga keamanan makanan. Memasak makanan, menyimpannya dalam suhu yang tepat, dan mencegah kontaminasi silang juga penting.
Schaffner mengatakan masyarakat tidak perlu menghindari buah atau sayuran tertentu hanya karena pernah dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan.






