SAKINAH

Enam Menit Sehari, Ini Dahsyatnya Manfaat Membaca Buku bagi Otak dan Mental

Jakarta (Suaraislam.id) – Aktivitas membaca buku untuk kesenangan terbukti berkaitan erat dengan peningkatan kemampuan kognitif, kesehatan mental, serta kualitas hubungan sosial seseorang. Kesimpulan ini didasarkan pada tinjauan penelitian yang diterbitkan oleh Cambridge University Press.

Dikutip dari laporan Real Simple pada Selasa (22/9), tinjauan ilmiah tersebut menggabungkan serangkaian studi dan survei jangka panjang. Tujuannya adalah melihat dampak kebiasaan membaca terhadap kesehatan serta kesejahteraan manusia secara menyeluruh.

Hasil riset menunjukkan bahwa kebiasaan membaca menunjang kemampuan berbahasa dan matematika yang lebih baik. Pada anak-anak, rutinitas ini terbukti menstimulasi perkembangan area otak yang berkaitan dengan bahasa, penalaran, serta regulasi emosi.

Manfaat kognitif tersebut berlanjut hingga usia dewasa. Aktivitas membaca dan stimulasi mental lainnya terbukti memperlambat laju kemerosotan daya ingat dan fungsi berpikir seiring bertambahnya usia.

Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa individu yang membaca minimal sekali dalam sepekan memiliki risiko penurunan fungsi kognitif yang jauh lebih rendah dalam pemantauan selama lebih dari satu dekade. Riset lain turut mengaitkan kebiasaan ini dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer hingga sekitar sepertiga.

Terkait kesehatan emosional, studi terhadap lebih dari 10.000 remaja menemukan bahwa mereka yang terbiasa membaca sejak usia dini memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah. Bahkan, aktivitas membaca selama enam menit saja terbukti mampu meredakan stres hingga 68 persen.

Dari dimensi sosial, membaca dinilai mampu menumbuhkan rasa empati. Riset mencatat kebiasaan membaca sekitar 30 menit per pekan berkaitan dengan peningkatan empati lebih dari 16 persen.

Sebanyak 50 persen responden dalam penelitian lain juga mengaku menjadi lebih toleran terhadap perbedaan pandangan. Selain itu, membaca terbukti membantu seseorang mengatasi keterasingan.

Studi terhadap kelompok dewasa yang aktif di klub buku mencatat adanya peningkatan kesejahteraan emosional serta berkurangnya rasa sepi dan isolasi sosial. Temuan serupa terlihat pada kelompok dewasa muda.

Sebanyak 59 persen peserta dari kalangan dewasa muda merasa lebih terhubung dengan orang lain usai membaca. Sementara itu, 56 persen responden menyatakan aktivitas tersebut membantu mereka mengikis rasa kesepian.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button