Atas Nama Pengenalan Budaya, Bolehkah Anak Muslim Ikut Ritual Melukat?
Padahal, orang tua adalah fondasi pertama bagi anak dalam menanamkan ketaatan kepada Allah. Orang tua tidak hanya bertugas mengajarkan siapa Tuhan kita, tetapi juga menanamkan akidah (keimanan) kepada Allah.
Jadi, selain mengenalkan Allah sebagai Pencipta alam semesta, kehidupan, dan manusia, orang tua juga wajib mengajarkan bahwa kita harus beriman dan taat kepada Sang Pencipta. Orang tua harus mengajarkan bahwa Dialah satu-satunya Zat yang layak disembah dan diibadahi.
Pada kasus ini, dapat ditarik dua kemungkinan kesimpulan. Apakah ini merupakan bentuk kasih sayang orang tua yang ingin memenuhi rasa penasaran sang anak, atau justru bentuk pembebasan agar anak mencari Tuhannya sendiri?
Padahal Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya penganut agama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Fitrah yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah Islam. Maka, tugas orang tua Muslim adalah membimbing dan mengajarkan akidah serta ketaatan kepada anak agar ia tetap berada dalam agama Islam sebagaimana saat ia dilahirkan.
Namun, jika keputusan tersebut didasarkan pada kasih sayang orang tua kepada anak, sangat disayangkan karena “kasih sayang” yang dimaksud justru dinilai dapat menjerumuskan anak ke dalam hal yang merusak akidah.
Perlu diketahui, melakukan ritual agama lain dipandang sebagai perbuatan yang sangat berat dalam ajaran Islam dan berkaitan dengan persoalan syirik.
Hal tersebut dipahami sebagai sesuatu yang dapat merusak keimanan, bahkan dalam sebagian pandangan ulama dapat membatalkan keislaman seseorang.
Apabila keimanan benar-benar tertanam di dalam hati, seseorang tidak akan terpikirkan untuk melakukan ritual agama lain karena ketaatannya kepada Allah dan rasa takut terhadap dosa yang besar.
Keimanan tidak cukup hanya berada di dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya. []
*Rizka Amalia, S.Kom., adalah Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok.






