#MBGLAPSUS

Delapan Hari, Lebih dari 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG

Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026). Sejumlah sekolah di sana melaporkan anak didiknya juga mengalami gejala keracunan serupa.

Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru. Pemerintah daerah sudah menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG Pasia Laweh.

Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang yang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan lantaran diduga keracunan MBG pada Rabu (2/9/2026).

Para korban mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, gatal, hingga sedikit kesulitan bernapas setelah menyantap menu MBG. Hingga kini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Atas kasus dugaan keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan, “Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf, kami tidak bisa bantu.”

Kabupaten Rembang, Jawa Tengah: 777 Orang Terdampak

777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diduga keracunan usai menyantap MBG.

Mereka dilaporkan mulai mengalami gejala mual, muntah, nyeri perut, dan diare sejak Rabu (2/9/2026) malam hingga Kamis (3/9/2026) pagi.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan bahwa para murid dan guru mulai menyantap MBG pada Rabu (2/9/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu menu yang disajikan dari SPPG Desa Soditan berupa nasi, ayam bakar, sambal teri, tempe goreng, dan lalapan.

Pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan murid mendadak berhamburan mengantre di toilet.

“Diare dan bergantian masuk toilet. Total ada 40 toilet sehingga tidak mampu menampung semuanya. Padahal malamnya sudah diare, tapi baru laporan hari ini,” kata Juhartutik saat dihubungi wartawan Nugroho Dwi Putranto yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (3/9/2026).

Menurut Juhartutik, berdasarkan pendataan total ada sebanyak 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem yang mengalami gejala keracunan. “Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem diare,” ujar Juhartutik.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button