#MBGLAPSUS

Delapan Hari, Lebih dari 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG

Tana Toraja, Sulawesi Selatan: 152 Orang Terdampak

152 orang dari dua Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami gejala keracunan pada Kamis (3/9/2026). Mereka dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale, Tana Toraja.

Ratusan murid SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale itu diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi MBG yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan pada Rabu (2/9/2026).

Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding, mengatakan bahwa beberapa murid mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Kamis (3/9/2026). Salah seorang guru mengaku mengalami gejala serupa.

“Karena sudah massal, sudah antre di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya menghubungi rumah sakit dan puskesmas,” ungkap Yohanis kepada wartawan Jufri Tonapa yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Dia menyebutkan bahwa MBG yang dikonsumsi murid-muridnya diantar oleh SPPG pada Rabu (2/9/2026) pukul 11.00 WITA. Menunya berupa nasi, ayam dimasak air, perkedel, dan sayur campuran wortel. Makanan itu, kata Yohanis, sudah dicek oleh petugas penanggung jawab di sekolah.

Akan tetapi, salah satu orang tua murid mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan anaknya, makanan menu MBG tersebut berlendir. Adapun daging ayam masih berwarna merah dan berbau amis.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq, yang meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lakipadada, menyatakan Pemkab Tana Toraja melakukan segala hal yang diperlukan untuk menangani masalah ini.

Sejumlah puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada di Makale dan sekitarnya telah dikerahkan untuk membantu.

“Saya sudah sampaikan kepada semua pimpinan rumah sakit bahwa ini harus segera ditangani sesegera dan seoptimal mungkin sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit,” kata Zadrak.[]

Disadur dari: BBC News Indonesia

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button