Dua Sisi yang Berbeda
Tentang firman Allah:
وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
“Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat kuat.”
Imam Az-Zamakhsyari menjelaskan bahwa kenikmatan yang mereka rasakan tampak sebagai kebaikan, padahal hakikatnya adalah kehinaan dan bentuk penelantaran dari Allah SWT. Kesenangan yang mereka nikmati hanyalah sementara, sedangkan penderitaan yang menanti mereka di akhirat bersifat kekal.
Para ulama tafsir lainnya menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan kebenaran akan mendapatkan siksaan yang berlipat ganda. Umur mereka dipanjangkan dalam kemaksiatan, hukuman mereka ditunda sehingga mereka mengira tidak akan dihukum, dan siksa mereka diakhirkan agar pada saatnya datang dengan lebih dahsyat. Secara lahiriah kehidupan mereka tampak penuh kenikmatan, tetapi pada hakikatnya merupakan kehinaan yang tidak mereka sadari.
Sebagai hamba Allah, kita wajib memelihara agama Islam melalui dakwah ilallah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Dalam berdakwah, kita harus bersabar menghadapi berbagai intimidasi dan ancaman. Dakwah harus terus berlangsung demi tegaknya Islam secara kaffah dan demi kemuliaan Islam serta kaum muslimin. Apabila kita tidak mengambil peran tersebut, maka peran itu akan digantikan oleh bangsa dan agama lain. Selama masih diberi umur yang panjang, kita wajib terus berdakwah.
Kita juga tidak boleh lengah terhadap segala nikmat yang Allah SWT berikan. Jangan sampai kenikmatan dunia yang tampak sebagai nikmat ternyata hakikatnya merupakan istidraj dan azab dari Allah SWT.
Kita pun wajib mewaspadai berbagai tantangan yang dapat merugikan dakwah, baik secara pribadi maupun secara sosial. Waspadalah terhadap azab Allah, karena sesungguhnya azab-Nya sangat dahsyat. Siapa pun kita, kapan pun, dan di mana pun berada, sebagai seorang muslim kita wajib menjadi teladan bagi generasi sesudah kita.
Semoga Allah SWT memelihara kita dari segala bencana dan malapetaka dunia maupun akhirat. Semoga kita memperoleh rahmat, inayah, maghfirah dan ridha-Nya. Aamiin. Wallahua’lam.[]
KH Badruddin Subky, Pimpinan Ponpes Al Badar Bogor






