Islam, Solusi Masalah Kehidupan
Keadilan Islam juga bersinar saat dijadikan ideologi oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid ra. dalam Kekhilafahan Abbasiyah. Kepemimpinan beliau mampu mencerdaskan masyarakat secara massal hingga negara menjadi mercusuar pengetahuan dunia.
Setiap individu dapat menempuh pendidikan secara sempurna dengan fasilitas sekolah yang sangat baik. Para pelajar yang menempuh pendidikan dipenuhi seluruh kebutuhannya serta mendapatkan jaminan keamanan yang luar biasa.
Institusi Islam juga menunjukkan taringnya saat syariat dijadikan ideologi pemerintahan oleh Khalifah Abdul Majid I di Kesultanan Utsmaniyah. Beliau berhasil mengirimkan bantuan kemanusiaan yang masif pada peristiwa kelaparan besar Irlandia (Great Famine) antara tahun 1845 dan 1849.
Bantuan yang dikirimkan berupa dana segar dan kapal-kapal yang sarat dengan bahan makanan untuk rakyat Irlandia. Bantuan tersebut murni misi kemanusiaan tanpa syarat dan bukan berupa utang luar negeri yang berbunga.
Demikianlah fakta ketika Islam dijadikan sebagai ideologi resmi oleh institusi sebuah negara yang berdaulat. Penerapan total tersebut terbukti mampu mewujudkan peradaban manusia yang sangat manusiawi dan diberkahi.
Manusia dapat menjalani kehidupannya dengan tenang sesuai dengan fitrah penciptaan dan nalar yang sehat. Karakter Islam sebagai agama ritual dan ideologi inilah yang mampu menghilangkan segenap kesulitan hidup.
Maka, menjadi hal yang ironis jika hari ini banyak manusia yang hidup dalam kesengsaraan dan kesempitan. Fenomena tingginya angka pengangguran, kelaparan, pengemis, hingga masalah tuna sosial menjadi pemandangan sehari-hari.
Kondisi pilu ini menandakan bahwa manusia saat ini sedang diatur oleh ideologi global yang tidak manusiawi. Peradaban hari ini dicengkeram oleh ideologi sekularisme-kapitalisme yang banyak menimbulkan ketimpangan sosial dan kriminalitas.
Kesengsaraan tersebut disebabkan oleh penguasaan kekayaan dunia yang berpusat di tangan segelintir pemilik modal (kapitalis). Para pemilik modal ini bahkan mampu mengendalikan jalannya roda kekuasaan sebuah negara.
Akibat cengkeraman kapitalisme, roda kehidupan berjalan dengan sangat kejam dan jauh dari nilai kemanusiaan. Kelompok yang kaya akan semakin kaya, sedangkan masyarakat miskin justru semakin tertindas.
Oleh karena itu, peradaban yang dibangun oleh sistem sekularisme-kapitalisme pada hakikatnya adalah peradaban yang rapuh. Sistem rusak ini secara perlahan akan menghancurkan fitrah kemanusiaan yang suci.
Fenomena kerusakan global tersebut menunjukkan bahwa manusia sebenarnya sangat membutuhkan penerapan ideologi Islam. Aturan Ilahi ini hadir sebagai pemilik solusi satu-satunya untuk mengatasi masalah manusia secara bermartabat.
Sebab pada tataran faktanya, memang hanya Islam yang mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. Islam juga menjamin kebebasan beragama yang sebenarnya serta kemanusiaan yang adil dan beradab.






