NUIM HIDAYAT

Kekuatan Ruhiyah

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“(Harta itu juga) untuk orang-orang fakir dari golongan Muhajirin, yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka, karena mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya, serta mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. al Hasyr 8)

إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu. Tetapi jika Dia membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolong kamu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran 160)

Rasulullah saw mempunyai semangat ruhiyah yang tidak tertandingi. Bayangkan bagaimana ketinggian semangat ruhiyah, sendirian menyebarkan Islam setelah menerima wahyu dari Gua Hira’. Di periode berikutnya Rasul tidak gemetar ketika dakwahnya di halangi-halangi, bahkan ada sahabatnya yang disiksa dan dibunuh.

Puncaknya adalah serbuan kaum kafir Quraisy ke Rasulullah di sumur Badar (Perang Badar). Saat itu jumlah kaum Muslimin yang berangkat perang hanya sekitar 313 sedang kaum kafir dengan senjata lengkap jumlahnya sekitar 1000 orang. Melihat kekuatan kaum Kafir yang besar itu, Rasulullah berdoa meminta kemenangan dari Allah SWT. Rasulullah berdoa hingga air mata menetes pada mukanya,

“Ya Allah, penuhilah untukku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan. Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok ini dari kaum Muslimin, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di bumi.”

Rasulullah berulang-ulang memohon pertolongan Allah pada perang besar yang pertama kali terjadi pada hijrah ke Madinah itu. Hingga Abu Bakar ra berkata, “Wahai Rasulullah, cukuplah doamu kepada Tuhanmu, Dia pasti akan menepati janji-Nya.”

Mendengar doa orang yang dikasihiNya, maka Allah SWT kemudian menurunkan 5000 malaikat dalam perang besar itu. Al-Qur’an menyatakan,

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيَكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلَٰثَةِ ءَالَٰفٍ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُنزَلِينَ

بَلَىٰٓ ۚ إِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ ءَالَٰفٍ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦ ۗ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

“(Ingatlah) ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran 124-126)

Tidak seperti pemimpin Amerika dan Israel yang pengecut -duduk manis di belakang meja memerintahkan anak buahnya untuk berperang- pemimpin-pemimpin perang Hamas dan Iran, berada di front terdepan dalam peperangan. Mereka tidak takut mati. Mereka menyambut kematian (syahid) dengan tersenyum, karena Allah telah menjanjikan surga bagi mujahid yang berperang di jalanNya.

Mereka meneladani Rasulullah saw yang memimpin langsung peperangan di front terdepan (27 kali). Rasul mengajarkan kepada para pemimpin jangan jadi pengecut. Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko meskipun kematian bayarannya.

Kekuatan ruhiyah (dan kekuatan ilmu) itulah yang menyebabkan Islam tersebar dengan cepat di jazirah Arab dan sekitarnya. Tidak sampai 100 tahun kemudian Islam menyebar luas ke Eropa, Nusantara, Afrika dan lain-lain.

Kekuatan iman atau ruhiyah ini membuat hati seorang mukmin bahagia dalam hidupnya. Rasulullah saw, manusia yang paling mulia di muka bumi ini, menasihatkan, “Ada tiga perkara, barang siapa ada padanya, ia akan merasakan manisnya iman:_Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, Ia mencintai seseorang hanya karena Allah, Ia membenci kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya darinya sebagaimana ia membenci dilemparkan ke dalam api.” (HR Bukhari Muslim)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button