SAKINAH

Ketika Rumah Tak Lagi Jadi Madrasah Pertama

Padahal, Islam telah memberikan teladan yang begitu agung melalui keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Sebagai seorang nabi sekaligus ayah, beliau menjadikan wahyu sebagai dasar dalam mendidik keluarganya.

Nilai-nilai tauhid tidak hanya diajarkan melalui nasihat, tetapi juga dicontohkan dalam setiap sikap dan keputusan hidup.

Buah dari pendidikan tersebut tampak jelas pada diri Nabi Ismail ‘alaihis salam. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya melalui mimpi, Ismail tidak membantah ataupun memberontak.

Dengan penuh keimanan ia berkata, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Keimanan yang demikian kokoh tentu tidak lahir dalam sekejap. Hal itu tumbuh dari proses pendidikan yang panjang di dalam rumah yang dibangun di atas tauhid.

Bahkan, keturunan Nabi Ibrahim kemudian menjadi para nabi yang membawa risalah Allah kepada umat manusia.

Kisah ini menunjukkan keberhasilan pendidikan keluarga tidak diukur dari kecerdasan akademik semata. Tolak ukurnya adalah kuatnya iman dan ketundukan kepada Allah.

Karena itu, rumah harus kembali menjadi madrasah pertama. Rumah harus menanamkan akidah, membiasakan ibadah, membangun komunikasi yang penuh kasih, serta menghadirkan keteladanan dalam setiap aspek kehidupan.

Membangun keluarga yang kokoh tentu tidak dapat dilakukan secara instan. Ia membutuhkan kesabaran, keteladanan, keikhlasan, dan proses yang terus-menerus.

Namun, ikhtiar itu akan melahirkan keluarga yang tidak mudah goyah oleh derasnya arus zaman. Hal tersebut karena keluarga memiliki fondasi keimanan yang kuat. Sudah saatnya setiap keluarga Muslim mengembalikan rumah kepada fungsi sejatinya.

Rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan madrasah pertama yang melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan petunjuk Islam. []

Sumayyah Jauza Maulida (Anggota Komunitas Muslimah Menulis [KMM] Depok)

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button