Manfaat Kesehatan di Balik Kebiasaan Berjongkok
Individu dengan tulang paha lebih panjang, mobilitas pergelangan kaki terbatas, atau struktur pinggul berbeda tentu akan mengalami kesulitan lebih besar. Mereka akan kesulitan menjaga keseimbangan dan kedalaman jongkok, terlepas dari seberapa bugar kondisi fisik yang mereka miliki.
Beberapa fisioterapis berargumen bahwa esensi masalah utamanya bukanlah pada kemampuan menyentuh lantai saat duduk berjongkok. Poin krusialnya adalah apakah seseorang tetap mampu bergerak secara mandiri tanpa bantuan orang lain seiring bertambahnya usia mereka.
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang mengonfirmasi dampak jangka panjang atau manfaat spesifik dari jongkok dalam bagi yang mempraktikkannya setiap hari.
Hsu menegaskan bahwa target utama latihan ini bukanlah untuk mencapai kesempurnaan estetika dalam gerakan berjongkok. Tujuannya adalah memulihkan fungsi gerakan yang mungkin telah hilang perlahan dari tubuh manusia akibat tuntutan gaya hidup modern.
“Berbicara dari pengalaman pribadi, saya akan mengatakan bahwa Anda benar-benar harus mampu mengendalikan tubuh Anda, untuk bisa bangun dan mampu mengatasi gravitasi.” []
Esther Kahumbi (Kesehatan Global BBC)
Sumber: BBC News Indonesia






